Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Manfaatkan Bekas TKD, Pemkot Tambah Dua Rusun dan Rusunami

02 Agustus 2019, 08: 54: 10 WIB | editor : Wijayanto

LEBIH HEMAT: Suasana salah satu rumah susun sewa (rusunawa) di kawasan Pesapen, Surabaya.

LEBIH HEMAT: Suasana salah satu rumah susun sewa (rusunawa) di kawasan Pesapen, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah dua rumah susun (rusun) baru di kawasan timur dan utara. Di antaranya, di kawasan Indrapura dan Gunung Anyar. Rusun tersebut dibangun di lahan bekas tanah kas desa (TKD). Anggarannya juga dibantu pemerintah pusat.

 Pemkot hanya menyediakan lahan untuk penambahan rusun. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, bantuan dana dari pusat karena anggaran Pemkot Surabaya sangat terbatas. 

"Kita ada tanah bekas TKD yang sudah kita mintakan ke kementerian untuk bantuan rusunnya. Tapi lahannya dari kita," kata Eri Cahyadi saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Kamis (1/8) siang.

Tak hanya itu. Nantinya pemkot juga akan menyediakan rumah susun sederhana milik (rusunami) untuk masyrakat berpenghasilan rendah. 

Untuk pembangunan rusunami, pemkot akan bekerja sama dengan pihak swasta. Flat sederhana tersebut dapat dicicil dengan harga rendah. Menurut Eri, rusunami ini bisa mengurangi beban pemkot untuk perawatan rusun yang telah ada.

Saat ini sejumlah rusun terkesan mangkrak dan ada beberapa ruang kosong tidak berpenghuni. Pemkot pun mengevaluasi rusun-rusun yang ada. "Jangan sampai kita bangun banyak rusun, tapi perawatannya kesulitan," katanya.

Menurut Eri, pemkot tidak ingin rusun-rusun yang sudah dibangun dengan biaya mahal tidak dimanfaatkan dengan baik. Apalagi sampai mangkrak dalam waktu yang lama. "Intinya, pemkot hadir untuk memberi hunian murah kepada masyarakat," pungkasnya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia