Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sempat Disuap Rp 1 M, Polisi Tegaskan Buru 10 Bandar Lagi di Sokobanah

02 Agustus 2019, 08: 37: 39 WIB | editor : Wijayanto

CARI JEJAK: Aparat gabungan mencari jejak bandar narkoba di Sokobanah, Sampang.

CARI JEJAK: Aparat gabungan mencari jejak bandar narkoba di Sokobanah, Sampang. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pengungkapan jaringan sabu-sabu (SS) di Kecamatan Sokabanah, Sampang, Madura, cukup mencengangkan. Penangkapan empat tersangka SH, JH, N, dan NAH masih menjadi awal. Sebab baru satu bandar atau distributor SS yang tertangkap. Padahal, polisi menduga ada lebih dari 10 distributor SS di lokasi tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan di Sokobanah, Sampang dan juga beberapa lokasi lain di sekitar kecamatan tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, jaringan distributor yang diamankan ini masih satu dari beberapa yang teridentifikasi. Dugaan sementara, ada 10 lebih distributor sabu yang berada di lokasi Sokobanah dan kecamatan di sekitarnya.
Distributor ini mempekerjakan orang sekitar wilayahnya sehingga mereka selama ini aman dari jangkauan. Bahkan pihaknya sempat mendapat tawaran untuk tidak mengembangkan kasus ini sampai ke jaringan atas.

“Sempat ada tawaran dengan nominal Rp 1 miliar lebih agar pengembangan tidak dilakukan dan berhenti sampai distributor ini saja. Dengan tegas kami tolak,” katanya. Pengembangan kasus ini terus dilakukan. Pihaknya mengaku ada beberapa keterangan tersangka yang mengarah ke distributor lainnya. Ada beberapa pola yang dilakukan para distributor untuk mendapat sabu dalam jumlah banyak ini.

BARU AWAL: Para tersangka dan barang bukti narkoba yang diamankan dari Sokobanah, Sampang.

BARU AWAL: Para tersangka dan barang bukti narkoba yang diamankan dari Sokobanah, Sampang. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Mereka ada yang mengirim orang ke Malaysia, atau bahkan langsung memesan ke salah satu bandar besar di Malaysia untuk mengirim SS dalam jumlah besar ke Madura. “Ini masih kami selidiki lagi. Kami tidak serta merta menyebut SS tersebut dari Malaysia. Ini pengakuan para tersangka,” terangnya.

Pihaknya masih mengumpulkan data mengenai pengiriman SS dari Malaysia ini. Ada beberapa dugaan terkait sumber SS dari Malaysia ini. Bisa jadi mereka membeli langsung dari bandar Malaysia atau negara tersebut hanya menjadi transit barang saja.

Mereka ada yang membayar sabu tersebut melalui transfer dan ada pula yang membayar secara tunai untuk kulakan SS ini. “Untuk transaksi tunai mereka mengirim orang ke sana (Malaysia, Red). Mereka tidak tahu bandarnya karena rantainya terputus. Bandar juga tidak menggunakan ponsel untuk komunikasi,” tuturnya.

Pihaknya mengaku terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap distributor atau bandar SS yang menyuplai narkoba ke Sokobanah. Ia tidak mau sampai satu distributor tertangkap malah membuat distributor lain semakin berkembang karena hilangnya kompetitor.

Selama ini banyak sabu yang dikirim melalui jalur darat, udara hingga laut yang muaranya ke Madura. Kepolisian tidak mau masyarakat Madura yang tidak tahu apa-apa terimbas penilaian jelek. Pengungkapan ini menjadi bukti jika ternyata banyak sabu yang dikirim ke Sokobanah. “Sebanyak 90 persen SS jaringan internasional dikirim ke wilayah ini,” pungkasnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia