Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

JCH Meninggal Bisa Digantikan Ahli Warisnya

02 Agustus 2019, 07: 45: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Sekrearis PPIH Embarkasi Surabaya, Jamal

Sekrearis PPIH Embarkasi Surabaya, Jamal (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Jamaah calon haji (JCH) Embarkasi Surabaya yang gagal menunaikan ibadah haji lantaran meninggal dunia sebelum berangkat menuju asrama haji embarkasi Surabaya (AHES), namun telah masuk dalam porsi pemberangkatan haji tahun ini bisa digantikan oleh ahli warisnya. 

Menurut Sekrearis PPIH Embarkasi Surabaya, Jamal, bahwa JCH yang bisa digantikan oleh ahli waris yakni JCH yang sudah melakukan pelunasan biaya penyelenggaran ibadah haji (BPIH). “Jadi jamaah haji yang meninggal sebelum berangkat bisa dilakukan penggantian oleh orang yang ditunjuk atau ahli waris jamaah yang meninggal tersebut,”katanya saat ditemui Radar Surabaya di AHES pada Kamis (1/8).

Penggantian JCH tersebut tidak menunggu waktu yang lama, namun tergantung dari kesiapan dari ahli waris yang ditunjuk tersebut, “kalau yang ditunjuk (ahli waris) itu sudah siap, paling nunggunya 10 hari saja dari mulai ngurus visa sampai suntuk meningitis dan itu kami proses dan sudah bisa berangkat menggantikan jamaah yang meninggal, asal jamaah yang meninggal itu sudah masuk kategori jamaah porsi tahun ini,”terangnya.

Penggantian jamaah yang meninggal terseut tersebut nantinya akan dilimpahkan kepada orang yang ditunjuk. Kemudian, ahli waris berembuk menyepakati seseorang yang akan menjadi pengganti calon jamaah yang meninggal tersebut.

"Segera diurus proses pelimpahan dengan kesepakatan keluarga. Kesepakatannya ahli waris untuk menyerahkan kepada siapa. Urus suratnya dengan meminta tanda tangan semua ahli waris, juga tanda tangan RT, RW dan kecamatan,"ungkapnya. 

Setelah proses itu, data tersebut bisa langsung diserahkan kepada Kementerian Agama untuk dilakukan pendataan ulang. Pembahasan penggantian calon jamaah haji yang meninggal sebetulnya sudah dilakukan sejak lama. 

“Kebijakan ini bermula dari kepedulian bagi keluarga calon jamaah haji yang meninggal dunia. Dikhawatirkan, kesedihan anggota keluarga semakin bertambah bila kuota haji yang sudah dibayar lunas terpaksa dikembalikan,” tuturnya.

Sementara itu jumlah JCH Embarkasi Surabaya yang meninggal di tanah suci kembali bertambah, dari informasi yang dihimpun Radar Surabaya satu JCH kloter 63 asal Mojokerto bernama Siti Aminah Takrip meninggal pada Rabu (31/7) sebelum meninggal JCH tersebut pingsan di atas bukit Jabal Rahmah. 

Jamal juga mengimbau kepada JCH agar menjaga kondisi badan selama di Arab, sehingga bisa melangsungkan prosesi ibadah haji sampai akhir dan pulang ke tanah air (Indonesia) dengan selamat. (rmt/rak)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia