Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Jual Tanah Fasum, Mantan Pengembang Ditangkap Polisi

01 Agustus 2019, 18: 17: 15 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Moch Suud (baju tahanan oranye) digelandang ke Polsek Prambon.

TERSANGKA: Moch Suud (baju tahanan oranye) digelandang ke Polsek Prambon. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Moch Suud, 52, warga Desa Prambon RT 06/RW 01, Kecamatan Prambon, harus mendekam di balik jeruji penjara. Ia harus berurusan dengan polisi lantaran menjual tanah fasilitas umum (fasum) di Perum Prambon Asri, Kecamatan Prambon.

Kapolsek Prambon AKP Sumarsono menceritakan, jual beli tanah fasum itu terjadi sekitar tahun 2016 lalu. Tersangka menawarkan tanah fasum di Blok C-8 dan I-7B  itu kepada Joko Prayitno, warga Krian dengan harga total Rp 90 juta.

"Awalnya korban ragu, tapi dapat bujuk rayu tersangka akhirnya mau beli," terang Sumarsono.

Usai kesepakatan jual beli itu, korban telah menyerahkan uang sebesar Rp 80 juta kepada tersangka. Namun, hal yang tak terduga dialami korban saat hendak membangun tanah yang sudah dibelinya itu. 

Korban diprotes warga setempat saat hendak memulai pembangunan rumah. Pasalnya berdasarkan perencanaan perumahan, tanah itu akan dibangun fasum. "Memang statusnya tanah fasum, tapi tersangka menjanjikan hal itu bisa diubah," tambah Sumarsono.

Merasa ditipu, korban pun meminta untuk membatalkan jual beli itu kepada tersangka. Sayangnya, tersangka tak kunjung mengembalikan uang dan sulit dihubungi.

Alhasil, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Prambon. Tak lama berselang, polisi berhasil mengamankan tersangka yang dulunya juga pengembang perumahan.

Kini ia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji penjara. Ia bakal dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. (son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia