Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Lomba Kampung Pendidikan Tambah Kategori Kampung Kreatif dan Inovatif

31 Juli 2019, 12: 51: 03 WIB | editor : Wijayanto

SOSIALISASI: Tim dari Akademisi saat memberikan paparan terkait bentuk pendampingan kepada wilayah peserta Kampung Pendidikan Kampung'e Arek Suroboyo (KPKAS) 2019

SOSIALISASI: Tim dari Akademisi saat memberikan paparan terkait bentuk pendampingan kepada wilayah peserta Kampung Pendidikan Kampung'e Arek Suroboyo (KPKAS) 2019 (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ada satu kategori yang ditambahkan dalam perlombaan Kampung Pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo (KPKAS) 2019. Yakni kategori Kampung Kreatif dan Inovatif. Kriteria baru ini dibuat untuk memperluas partisipasi anak-anak. Sebagai ajang untuk menggali potensi mereka.

Ida Widayati, Kepala Bidang PUHA & PPA  Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya menyebutkan, kriteria baru ini merupakan permintaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Agar anak-anak di Kota Pahlawan berhasil, baik dari sisi akademik dan non akademik.

"Bu Wali Kota menyampaikan, sukses saat ini tidak hanya dilihat dari sisi akademik saja. Tapi soft skill juga diperhitungkan," ungkap Ida.

Kriteria baru ini akan melengkapi kategori penilaian yang sudah ada sebelumnya. Di antaranya kategori Kampung Aman, Belajar, Asuh, dan Sehat. Nantinya, akan diadakan pelatihan untuk kategori baru ini. Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan launching KPKAS 2019."Jadi, diharapkan kampung-kampung ini bisa dijadikan sebagai jujukan belajar," lanjutnya. 

Di tahun ketiga ini, total ada 99 kampung yang bergabung. Meliputi 77 kampung pratama dan 22 kampung madya. Saat ini, kampung-kampung ini sedang dalam tahap persiapan dan pendampingan sebelum menuju launching KPKAS 2019 nanti. 

Saat ini, lanjut Ida, tim pendamping dari akademisi sudah mulai terjun ke kampung-kampung untuk memberikan pendampingan. Tahun ini, ada tujuh universitas yang terlibat. Masing-masing adalah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA),  STIESIA, Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), STIE Mahardika, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), dan Universitas Wijaya Putra. 

Lilis Ardhini, pendamping dari STIESIA menjelaskan, saat ini progres yang dilakukan oleh kampung binaannya adalah penyusunan portofolio. Dengan mengangkat potensi wilayah masing-masing. "Kampung-kampung di Surabaya sudah ada potensi masing-masing. Apalagi mereka sudah sering mengikuti program dari pemkot," tukasnya. (is/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia