Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

P-APBD Membengkak, Dewan Soroti Kenaikan Anggaran Belanja Rp 230 M

31 Juli 2019, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

BENGKAK: Ketua F-PAN DPRD Gresik Faqih Usman saat menyampaikan PU Fraksi.

BENGKAK: Ketua F-PAN DPRD Gresik Faqih Usman saat menyampaikan PU Fraksi. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menaikkan anggaran belanja pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2019. Tak tangung-tanggung, kenaikan belanja mencapai Rp 230 miliar dari semula Rp 3,128 triliun menjadi Rp 3,358 triliun. Padahal, proyeksi target pendapatan diestimasikan mengalami penurunan dari Rp 3,040 triliun menjadi Rp 3,035 triliun.

Dengan adanya kenaikan belanja, maka defisit antara pendapatan dan belanja setelah perubahan APBD menjadi Rp 323 miliar. Kondisi ini mendapatkan sorotan dari sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Gresik.

Ketua F-PAN DPRD Kabupaten Gresik Faqih Usman meminta kepada pemerintah untuk menghitung kembali rencana kenaikan belanja daerah. Menurut mereka kenaikan tersebut hanya upaya pemerintah untuk menghabiskan Silpa. “Harus dilakukan pembahasan lebih mendalam terkait rencana kenaikan tersebut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua F-PKB DPRD Gresik Wafiroh Maksum. PKB meminta kepada pemerintah untuk melakukan rasionalisasi. Misalnya, pada belanja modal dan belanja pengadaan lahan. “Pemerintah harus mampu merasionalkan bagaimana pembagian tambahan anggaran tersebut,” ungkap dia.

Sebelumnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dalam penyampaian Nota P-APBD 2019 mengatakan pada P-APBD 2019 ada penambahan anggaran belanja sebesar Rp 230 miliar.

Dengan rincian, belanja tidak langsung yang semula diestimasikan sebesar Rp 1,6 triliun bertambah Rp 42 miliar menjadi Rp 1,7 triliun. “Sedangkan untuk belanja tidak langsung yang semula sebesar Rp 1,4 triliun bertambah Rp 187 miliar menjadi Rp 1,6 triliun,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk fokus kebijakan perubahan anggaran belanja ditujukan kepada penyesuaian belanja gaji pegawai, belanja hibah, bantuan sosial serta penambahan anggaran untuk kegiatan yang urgen. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia