Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Perkuat Kerja Sama dengan Prancis, Unair Kejar Peringkat 500 WCU

31 Juli 2019, 02: 16: 48 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET/UNAIR)

Share this      

SURABAYA - Untuk menuju 500 World Class University (WCU), Universitas Airlangga (Unair) meningkatkan kerja sama global dengan Prancis. Turut hadir perwakilan dari Le Havre Normandie University Prancis, yaitu Direktur Magister Manajemen dan Perdagangan Internasional Dr. Darwis Khudori serta Wakil Presiden Universitas Le Havre Normandie Michael Hauchecorne.

Sedangkan dari pihak Unair dihadiri Wakil Rektor III Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., Direktur Magister Manajemen Dr. Gancar Chandra Premananto SE., M.Si., dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Diah Ariani Arimbi, Ph.D.

Menurut Wakil Rektor III Unair Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah, saat ini Unair berada di peringkat 651 di jajaran universitas dunia, berdasarkan QS (Quacquarelli Symonds).

“Unair memiliki komitmen untuk menjadi salah satu dari 500 universitas terbaik di dunia pada tahun 2020. Saya berharap kepada semua lembaga di bawah universitas agar bisa memberikan kontribusi terbaik demi tercapainya target tersebut,” kata Amin Alamsjah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Unair akan terus memperluas jaringannya dengan banyak universitas di seluruh dunia. Unair juga akan menerima mahasiswa dan sarjana internasional serta akan mengirimkan mahasiswa dan dosen ke seluruh penjuru dunia.

“Kolaborasi adalah komponen penting bagi kami untuk bergerak maju menghadapi tantangan global menjadi universitas kelas dunia. Saya berharap kolaborasi kami dapat diarahkan pada penguatan, terutama dalam penelitian dan pengabdian masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Magister Manajemen Unair Dr. Gancar Chandra Premananto menjelaskan bahwa saat ini terdapat enam mahasiswa asal Université Le Havre Normandie Prancis yang sedang magang di Surabaya.

“Nantinya kami memberikan kesempatan kepada keenam mahasiswa tersebut untuk mempresentasikan hasil pengalaman dan penelitian mereka tentang bagaimana masyarakat di Indonesia atau Surabaya,” tuturnya.

Ia berharap kerjasama dengan Prancis tersebut akan membuka kerjasama secara global. “Dengan program studi Magister Manajemen double degree yang kita punya, kerjasama menjadi lebih nyata untuk pembuatan e-learning,” pungkas Gancar. (rmt/opi)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia