Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Berulah 60 Kali, Residivis Curanmor Ditembak Kakinya

31 Juli 2019, 01: 49: 09 WIB | editor : Wijayanto

DPO: Tersangka Samsul Arifin digelandang petugas.

DPO: Tersangka Samsul Arifin digelandang petugas. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Samsul Arifin, 24, warga asal Lumajang nampaknya tidak kapok setelah keluar penjara. Dia sudah pernah tertangkap karena melakukan pencurian motor di lebih dari 20 lokasi di Sidoarjo. Kini Samsul harus kembali berurusan dengan polisi. Unit Reskrim Polresta Sidoarjo berhasil menangkap Samsul dengan kasus yang sama. Bahkan kedua kaki pemuda itu sempat ditembus timah panas lantaran berupaya kabur saat ditangkap polisi.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menceritakan, penangkapan pria yang kos di Dusun Ngudi, Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan ini merupakan pengembangan dari tersangka curanmor yang berhasil diringkus sebelumnya. Yaitu Rizki Kristanto dan Joshua, warga Tambaksari, Surabaya.

Mulanya pada Mei lalu, polisi mengamankan seorang perempuan yang merupakan pacar Samsul Arifin yang terlibat pencurian motor di Jalan Guwo Pesantren, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran. “Perempuan itu ngaku jika yang mencuri pacarnya (Samsul Arifin, Red) yang sudah kabur duluan,” terang Zain.

Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan. Jejak Samsul Arifin juga terungkap dari informasi tersangka Rizki Kristanto yang sudah mendekam di penjara. “Sekitar 40 kali, Samsul Arifin beraksi bersama Rizki. Sementara Samsul Arifin beraksi dengan rekannya IL (DPO) sudah 20 kali,” sebut Zain.

Upaya perburuan dari pihak kepolisian pun membuahkan hasil. Tidak lama setelah Rizki Kristanto diringkus, polisi berhasil meringkus tersangka Samsul Arifin. Sayangnya saat ditangkap, Samsul Arifin sempat berusaha melarikan diri. Polisi akhirnya terpaksa melepaskan timah panas ke kaki pria berumur 24 tahun itu.

Mantan Sekpri Kapolri itu juga menyebutkan, motor yang menjadi sasaran tersangka curanmor ini juga cukup variatif. Di antaranya, Nmax, Vario, dan Vixion. Untuk lokasi yang menjadi tempat incaran tersangka adalah di parkiran toko dan minimarket yang biasanya tidak ada penjagaan.

Dalam penangkapan itu, polisi juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti hasil kejahatan tersangka. Seperti 1 unit motor Yamaha Nmax, empat pasang plat nomor, satu kunci T, dan 3 mata kunci T yang biasa  digunakan tersangka untuk membandrek motor.

Sementara itu, Samsul Arifin mengaku jika uang hasil penjualan motor itu dibelikan narkotika jenis sabu-sabu (SS) dan untuk pesta minuman keras. “Beli SS dari penadah motor di madura,” aku Samsul. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia