Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pelaku Jambret Yang Sebabkan Korban Tewas Didor Sampai Pincang

30 Juli 2019, 14: 45: 02 WIB | editor : Wijayanto

Pelaku Jambret Yang Sebabkan Korban Tewas Didor Sampai Pincang

SURABAYA - Tersangka jambret yang menewaskan korban Sulasmi, 32, warga Jalan Wonosari VII, Semampir akhirnya diringkus polisi. Pelaku diketahui bernama Ariyanto, 22, warga Jalan Tanjung Sari Jaya I, Sukomanunggal indekos di Jalan Tambak Asri XXXII, Krembangan, Surabaya.

Perburuan polisi menangkap pelaku jambret ini akhirnya membuahkan hasil. Untuk menangkap pelaku, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bekerja sama dengan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Selain mengamankan pelaku Ariyanto, polisi juga membekuk tersangka JS, sebagai penadah barang curian kelompok AR ini.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengungkapkan, dari hasil penyidikan saat kejadian tersangka ini bersama temannya Sam kini buron. Tersangka pada Kamis (11/7) sekitar pukul 05.00 diajak  Sam mencari makan. Ini merupakan kode untuk tersangka Ariyanto beraksi menjambret.

Ariyanto akhirnya berangkat mengendarai sepeda motor miliknya. “Tersangka ini sebagai joki, sementara Sam yang mengeksekusi,” katanya.

Sesampainya di jalan Kalianak, ia melihat ada korban yang mengendarai sepeda motor. Mereka menarget korban dan langsung mengejarnya. Saat itu, Sam langsung menarik tas korban sedangkan tersangka Ariyanto langsung tancap gas dalam-dalam setelah tas berhasil diambil.

“Tersangka mengaku tidak tahu jika korban terjatuh atau tidak. Ia tidak menoleh ke belakang, Sam ini yang tahu dan kami masih mengejarnya,” ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut ternyata Ariyanto langsung pulang ke rumahnya, dan diberi tahu tetangganya jika korban jambret itu meninggal. Ia dicari polisi. Tersangka yang ketakutan langsung menjual sepeda motor miliknya yang digunakan sebagai sarana menjambret.  Tidak hanya itu, pelaku memilih keluar rumah dan hidup berpindah-pindah. “Sepeda motornya dijual agar tidak dikenali oleh polisi,” terangnya.

Polisi yang mendapat titik terang langsung menangkap tersangka yang saat itu hendak pulang ke rumah. Tersangka yang mengetahui keberadaan polisi sempat mencoba melarikan diri. Ini membuat polisi melumpuhkannya dengan menembak kedua kakinya. “Tersangka tidak menggubris tembakan peringatan sehingga kami  terpaksa tembak kakinya,” tegasnya.

Pengakuan tersangka, saat menjambret korban mendapat uang Rp 600 ribu dan sebuah ponsel. Ponsel tersebut selanjutnya diserahkan ke Bowo alias Bondet untuk dijual. Sementara uang dibagi berdua dengan Sam berikut juga uang hasil penjualan ponsel tersebut.

Ternyata polisi juga berhasil menangkap penadah ponsel milik korban, ponsel tersebut ada di tangan JS. “JS ini ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Ponselnya juga masih ada padanya dan kami amankan. Kami masih mencari Sam dan Bowo saat ini,” ungkapnya.

Dari 14 kasus yang diungkapkan tersangka, hanya sembilan kasus yang sudah ada laporannya. Kemungkinan masih banyak lagi karena tersangka sudah beroperasi sejak tahun lalu. “Tersangka ngaku paling banyak hasil jambretnya uang Rp 1 juta, kalau ponsel pasti,” tuturnya.

Pelaku Ariyanto saat ditanya mengaku ia pernah ditahan saat usia 17 tahun. Ketika itu ia sudah berani mencuri besi di tempatnya bekerja. Ia pun dilaporkan ke polisi dan ditahan di Gresik. Berhubung saat itu ia masih dibawah umur, hukumannya ringan hanya 2,5 bulan saja.  Kemudian ia pindah ke Surabaya dan akhirnya bertemu Sam. “Saya biasanya beroperasi bersama Sam. Saya selalu jadi joki,” terangnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia