Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Cara Surabaya Kelola Sampah Dipuji DKI Jakarta

30 Juli 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Pengolahan sampah DKRTH rumah kompos Jambangan, Surabaya

BANK SAMPAH: Pengolahan sampah DKRTH di rumah kompos Jambangan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Selain perkembangan kota yang pesat dan banyaknya penghargaan yang diraih Kota Surabaya, strategi yang dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam mengelola masalah sampah juga mencuri perhatian banyak pihak. Tak terkecuali DPRD DKI Jakarta yang secara khusus melakukan studi banding ke Kota Pahlawan, Senin (29/7). 

Para anggota dewan tersebut sengaja datang ke Surabaya untuk melakukan studi banding yang sekaligus untuk menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah dengan konsep Intermediate Treatment Facility (ITF). “Kota Surabaya memberikan contoh yang patut dipelajari oleh wilayah lain. Karena berhasil pengelolaan sampah yang murah namun efektif,” jelas Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus.

Selain itu, yang patut ditiru lagi menurut Bestari adalah cara mengedukasi masyarakat agar sadar tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, dengan anggaran yang cukup besar, pengelolaan sampah di Jakarta masih menggunakan cara konvensional. “Yakni dengan cara ditumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bantar Gebang. Maka dari itu kami membutuhkan daerah pembanding untuk menyelesaikan perda tersebut. Kami tertarik dengan Surabaya karena bisa mengelola sampah yang baik, efektif dan efisien,” paparnya. 

Saat ini sampah di DKI Jakarta mencapai 7.500 ton per hari, sementara kapasitas di TPA terus mengalami penurunan. Oleh karena itu, Jakarta butuh empat teknologi pengelolaan sampah seperti yang telah diterapkan di Surabaya.

Bestari mengatakan, pada 2021 nanti TPA tersebut akan mengalami overload. Menurutnya, DKI Jakarta harus segera menyelesaikan Perda ITF. Pasalnya dalam waktu dekat ITF itu harus berjalan dan ada kaitan dengan pembayaran, “Nanti ada ahli yang menghitungnya, karena kondisi Jakarta dengan Surabaya berbeda, semua diperhitungkan,” katanya. 

Tak hanya soal sampah, Bestari menilai Jakarta butuh sosok seperti Risma. Ia berharap, pada Pilgub DKI Jakarta nanti bisa muncul sosok seperti Risma. “Kami menilai selama ini teknologi pengelolaan sampah di Surabaya sudah dikelola dengan baik, meskipun anggarannya terbatas. Tapi Bu Risma mampu mengelolanya menjadi baik, efektif dan efisien. Mudah-mudahan bisa saya sebutkan ke beliau itu, selamat datang di Jakarta. Kita menunggu Bu Risma di Jakarta,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia