Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

BIN Gadungan Ini Sudah Menipu di 42 Lokasi

27 Juli 2019, 13: 34: 47 WIB | editor : Wijayanto

RILIS: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menunjukkan kedua tersangka dan barang bukti yang diamankan.

RILIS: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menunjukkan kedua tersangka dan barang bukti yang diamankan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Tersangka anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan yang diringkus tim gabungan polisi dan TNI ternyata sudah banyak memakan korban. Pelaku telah beraksi di lebih dari empat kota di Indonesia.

"Tersangka Imam Dhofir alias Bambang Supeno ini sudah beraksi di 42 lokasi. Di antaranya di Solo, Lampung, Sidoarjo hingga Kediri," terang Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Sabtu (27/7), saat konfrensi pers kasus tersebut.

Imam Dhofir yang merupakan pecatan Polri tahun 2002 dari Polda Lampung itu tak hanya menawarkan bisa masuk anggota BIN. Melainkan juga masuk menjadi anggota PNS hingga pegawai pemda.

BARANG BUKTI: Pistol airsoft gun yang disita dari pelaku Bambang alias Imam Dhofir.

BARANG BUKTI: Pistol airsoft gun yang disita dari pelaku Bambang alias Imam Dhofir. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Kini Imam Dhofir dan rekannya Sunarto, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, telah mendekam di balik jeruji penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. "Kita siapkan pasal 379 A, karena sebagai mata pencaharian, korbannya sudah banyak," tandas mantan sekpri Kapolri itu.

Penangkapan anggota BIN abal-abal itu bermula dari informasi seorang warga yang mengaku jadi korban penipuan. Dicky, warga Tanggulangin mendapatkan tawaran bantuan dari Sunarto, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi agar bisa masuk menjadi anggota BIN.

Korban percaya kepada Sunarto karena memiliki kartu anggota BIN. Ia pun mengikuti persyaratan yang diminta Sunarto. Yaitu, membayar biaya sekitar Rp 25 juta. Namun setelah pembayaran lunas, korban tak kunjung mendapatkan panggilan kerja.

Merasa ditipu, korban melaporkan kejadian itu ke polisi. Mendapati laporan itu, petugas gabungan dari unsur TNI dan Polri langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Upaya itu membuahkan hasil. Petugas gabungan berhasil mengamankan Sunarto yang saat itu berada di daerah Krian.

Tidak berhenti sampai di situ, petugas gabungan langsung melakukan pengembangan terhadap pelaku Sunarto. Dia pun mengaku bekerja sama dengan Imam Dhofir alias Bambang warga Bandar Lampung. 

Tak lama berselang, Imam Dhofir yang saat itu tiba di Terminal Purabaya langsung ditangkap dan digelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Sejumlah barang bukti juga diamankan dari kedua pelaku. Di antaranya kartu tamda amggota (KTA) BIN yang diduga palsu dan pistol jenis soft gun.(son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia