Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ngaku Tak Dinafkahi Lagi, Njekethek Sudah Punya PIL

27 Juli 2019, 05: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Satu tips ampuh untuk kalian yang ingin bercerai biar tidak dipersulit hakim. Karanglah cerita sedramatis mungkin. Yang paling memojokkan pasangan. Niscaya akan mulus jalan Anda. Cara ini juga dilakukan oleh Karin, 32, dan berhasil.

Ismaul Choriyah-Wartawan Radar Surabaya

Ceritanya, Karin sudah bosan menjadi istri Donwori, 27. Alasannya banyak. Jika dijabarkan satu per satu, lima cangkir kopi pun tak akan habis untuk mendengarkan alasan yang dibuat Karin. Tapi, sebenarnya yang paling utama adalah ia sudah kecantol lagi dengan pria lain yang lebih mendekati tipenya selama ini.

Tapi Karin pintar. Karena sudah yakin jika alasan ketemu pria lain ia sampaikan secara blak-blakan,  permohonan cerainya tidak akan dikabulkan hakim. Apalagi sejak awal Donwori menolak gugatannya.  Ia pun mencari alasan lain.  Yakni mempermasalahkan jatah belanja dari Donwori.

Meski mengada-ngada, ia merasa alasannya ini tidak ngawur-ngawur amat. Karena  Donwori memang jarang sekali memberikan jatah. Terkhusus untuk jatah Karin pribadi.  Alasannya kompleks. Pertama, Karin keturunan pengusaha. Sudah menjadi istri orang pun, ia tetap mendapatkan jatah dari orang tuanya. Jadi, ia sudah tidak perlu memikirkan kebutuhan sehari-hari. Sudah terkaver otomatis.

Kedua, ia adalah wanita karir. Sebagian besar dari gajinya ini ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hedonnya. Ya untuk liburan, beli ini dan itu. “Tanpa dikasih pun, aku sudah bisa semuanya. Jadi, dikasih uang  atau tidak sama dia (Donwori, Red) ya gak begitu berpengaruh,” kata perempuan berkacamata ini, di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Selasa lalu (23/7).

Sementara selama ini, gaji Donwori sebagai PNS  dihabiskan untuk membiayai sekolah anaknya, yang keduanya disekolahkan di sekolah mahal. Juga kebutuhan pendidikan lain. Ya buku, peralatan sekolah dengan segala printilannya, semua dipenuhi dari gaji Donwori. Karin tahu, untuk itu saja Donwori sudah tidak punya sisa banyak.

Sejak awal menikah dulu, Karin memang tak pernah menuntut apa-apa. Ia tahu lah kemampuan Donwori. Hanya saja Donwori ini masih punya tanggung jawab. Sedikit-sedikit Donwori juga menjatah Karin. Meskipun tidak bulanan, dan yah meski sebenarnya jumlahnya bagi Karin hanya bisa untuk ngopi cantik saja.

“Kalau pakai alasan KDRT terlalu mustahil. Dia orangnya gak aneh-aneh. Menuduh dia selingkuh, sama aja aku cari mati sendiri. Jadi, cari alasan yang nampak di depan mata saja,” jelas perempuan asal Darmo Indah ini.

Agar semakin lancar urusannya, ia juga memasrahkan proses perceraiannya lewat pengacara yang sudah licin mulutnya. Jadi mau seperti apa pun Donwori mempertahankan pernikahan, akan kalah juga.

Sebenarnya, pernikahan Karin dan Donwori bukanlah pernikahan paksaan. Benar ia dijodohkan, namun sejak awal berkenalan Karin tak ada masalah. Ia mengaku senang-senang saja dinikahkan dengan Donwori. Dibilang cinta dulu ya cinta, tapi sayangnya sekarang tidak. Karena ya itu, kadung keblinger dengan pria lain. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia