Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pembobol Uang Agustusan di Jok Motor Ternyata Tukang Sampah

26 Juli 2019, 23: 00: 54 WIB | editor : Wijayanto

KEPINGIN DUIT: Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy menunjukkan tersangka

KEPINGIN DUIT: Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy menunjukkan tersangka (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Teka-teki pelaku pencurian uang Agustusan terungkap. Dia adalah Mohammad Toyib, 49, warga Jalan Kedondong Kidul II Nomor 18 H, Surabaya. Tukang sampah keliling itu tahu lokasi uang, setelah korban memberikan uang dari dalam jok itu kepada tersangka.  

Tak lebih dari 24 jam, tim Unit Reskrim Polsek Tegalsari berhasil mengidentifikasi pelaku Toyib. Rekaman Closed Circuit Television (CCTV) menjadi salah satu modal polisi untuk menyelidiki kasus tersebut.

Tak hanya itu keterangan korban juga membantu polisi melakukan pengungkapan. Tersangka pun ditangkap di rumahnya. “Kebetulan antara korban dan tersangka sudah saling kenal,” ungkap Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy.

Rendy mengatakan korban Soepi’i  mengenal Toyib lantaran ia merupakan tukang sampah yang sering memungut barang di toko buah di Jalan Kedungsari Surabaya. Karena kasihan, warga Jalan Surabayan II A itu seringkali memberikan sedikit rezeki untuk Toyib.

“Nah kebetulan setiap korban memberikan uang, ia selalu mengambil dari dalam jok motor. Kebiasaan itu dibaca oleh tersangka hingga ia pun nekat membobol jok motor korban dan mengambil uang Agustusan di dalamnya,” terangnya.   

Lalu saat kejadian, motor korban terhalang dengan motor boks yang biasanya digunakan tersangka untuk mengangkut sampah. Apalagi saat itu, korban sedang melayani seseorang yang bertanya alamat.

Lalu saat korban lengah, Toyib beraksi. Dia mengangkat jok motor dengan tangan kiri lalu tangan kanannya merogoh ke dalam jok. “Kemudian dia menggambil uang dari dalam jok motor itu lalu kabur. Belakangan diketahui nilainya Rp 6,5 juta,” tandasnya.

Rendy mengatakan saat kejadian motor korban diparkir di depan toko. Kebetulan korban sekuriti di toko tersebut. Setelah berhasil mendapatakan dompet berisi uang, korban menggunakan uang itu untuk membayar utang. Lalu Rp 2,5 juta sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya pernikahan anaknya.

Sementara itu kepada polisi, tersangka mengaku nekat lantaran butuh uang untuk membayar utang. Tak hanya itu, kebutuhan anaknya yang menikah juga membuat Toyib pusing.  

Kini, Toyib hanya bisa menyesali perbuatannya. Sebab dapat dipastikan ia tak hadir dalam momen pernikahan anaknya. Ia harus menjalani proses hukuman atas perbuatan yang ia lakukan. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia