Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Anggaran Seragam Diusulkan Langsung ke Wali Murid

26 Juli 2019, 16: 45: 37 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi seragam gratis

Ilustrasi seragam gratis (DOK/JPNN/RADAR BALI)

Share this      

SURABAYA - Belum terealisasinya seragam gratis bagi siswa SMA / SMK membuat anggota Komisi E DPRD Jawa Timur berencana memanggil pihak Dinas Pendidikan Jatim. Hal itu dilakukan untuk meminta kejelasan dan rencana memberi usulan agar anggaran seragam gratis dibayarkan kepada wali murid untuk membeli seragam.

"Secepatnya kami akan panggil Dinas Pendidikan Jatim. Kami ingin tahu alasannya apa kok sampai sekarang belum dibagikan. Padahal anggarannya sudah ditetapkan," ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim Hartoyo.

Politisi Partai Demokrat ini menyayangkan mayoritas murid SMA/SMK ini sudah membeli seragam di sekolah. Padahal menurutnya sudah disepakati pembagian seragam sekolah gratis ini dibagikan sebelum proses belajar mengajar dimulai.

"Sebenarnya ada solusi yakni dengan membagikan anggaran seragam gratis ini kepada siswa sebagai ganti mereka sudah membeli seragam sendiri. Padahal niat kami ingin membantu program pendidikan tapi kok belum juga terealisasi," paparnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Agatha Retnosari menambahkan yang harus ditelusuri adalah dimana kendalanya Dinas Pendidikan Jatim dalam pengadaan seragam gratis tersebut. Menurutnya jika dari hasil pertemuan tersebut tidak bisa diselesaikan dalam tahun depan, maka lebih baik pemberian seragam gratis dua setel tersebut diganti dengan program pembangunan sekolah.

Politisi PDIP ini menganggap solusi ini lebih penting, karena ketika pemerintah pusat menerapkan sistem zonasi padahal disatu sisi jumlah sekolah negeri yang ada sangat terbatas."Saya minta jika pengadaan kain seragam tak bisa diserahkan di tahun ajaran baru lebih baik dialihkan ke program lain yang manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak anak di Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Hudiono menyambut usulan baik dari dewan jika nantinya akan anggaran seragam gratis itu digunakan untuk pembangunan sekolah. Hanya saja hal ini perlu dirapatkan bersama. "Kita sangat menyambut baik usulan dewan," ujarnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Biro Kesejahteraan Sosial ini mengatakan sebenarnya keterlambatan pembagian seragam gratis ini bukan pada Dinas Pendidikan. Namun menurutnya terletak pada sistem yang mengalami perubahan. "Dan saat ini seragam gratis ini masih dalam proses lelang," pungkasnya. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia