Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Gunawangsa Optimistis Penjualan Apartemen Naik

26 Juli 2019, 14: 26: 24 WIB | editor : Wijayanto

PROSPEK:Dari kiri Komisaris Warna-Warni Soekotjo Gunawan, CEO Gunawangsa Group Triandy Gunawan, CEO Warna-Warni Junaidi Gunawan dan Direktur Hospitality and Retail Gunawangsa Group Dingly Olivia Gunawan saat acara Topping off Tower A Gunawangsa Gresik Sup

PROSPEK:Dari kiri Komisaris Warna-Warni Soekotjo Gunawan, CEO Gunawangsa Group Triandy Gunawan, CEO Warna-Warni Junaidi Gunawan dan Direktur Hospitality and Retail Gunawangsa Group Dingly Olivia Gunawan saat acara Topping off Tower A Gunawangsa Gresik Sup (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK -  Gunawangsa Grup optimistis penjualan hunian apartemen di 2019 tumbuh sesuai proyeksi. Selain situasi politik yang sudah ayem, kenaikan itu karena nilai tukar Rupiah terhadap dolar yang terus menguat.

CEO PT Gunawangsa Putra Perkasa Triandy Gunawan mengatakan situasi perekonomian Pilpres membawa angin segar bagi pelaku properti, termasuk pengembang apartemen. Untuk itu, pihaknya berupaya untuk melakukan penyelesaian proyek empat tower apartemen di Jalan Raya Veteran Gresik.

“Kami targetkan serah terima kunci tower tipe A pada Januari 2020. Ini sebagai wujud keseriusan serta jaminan yang diberikan kepada konsumen bahwa Gunawangsa Grup tidak pernah bermain-main dalam melakukan investasi,” kata Triandy Gunawan.

Pada tahap awal pihaknya akan menyelesaikan pembangunan tower A setinggi 15 lantai dengan kapasitas hunian 375 unit atau sebanyak 25 unit hunian disetiap lantai. Dengan menempati area sekitar 4,3 hektar, Gunawangsa akan membangun empat tower sehingga total hunian yang ditawarkan mencapai lebih dari 1.000 unit.

“Dari tower A sampai D tingkat okupansi sudah mencapai 70 persen. Saya optimis hal ini akan membuat konsumen semakin yakin untuk berinvestasi,” imbuhnya.

General Manager Gunawangsa Ufuk Saputra Wibowo menuturkan saat ini harga rata-rata hunian apartemen di Surabaya berkisar Rp 13 hingga 15 juta per meter persegi. Sedangkan di Gresik harganya masih berkisa Rp 8 jutaan permeter persegi.

“Hal ini tentu menjadi magnet bagi konsumen atau investor untuk lari ke Gresik. Ke depannya digadang-gadang bakal menjadi kota Satelit dari Surabaya. Saat ini, kami memberikan penawaran cicilan pembelian Rp 1,5 juta perbulan” kata Ufuk.

Kegiatan topping off ini dilakukan sebagai wujud komitmen Gunawangsa terhadap para calon konsumen. Untuk itu dia berharap pemerintah dapat meneruskan program pembangunan infrastruktur guna mendukung gairah properti di tahun ini.

“Tingkat permintaan hunian yang tinggi belum mampu didukung jumlah ketersediaan barang. Harapan kami topping off ini menjadi penyemangat bagi calon pembeli agar tidak ragu dalam berinvestasi,” tegasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia