Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Batasi Kendaraan Pribadi, Siapkan Perda Manajemen Transportasi

23 Juli 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Mochamad Machmud, Anggota Komisi C DPRD Surabaya

Mochamad Machmud, Anggota Komisi C DPRD Surabaya (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya berencana menyeimbangkan jumlah kendaraan untuk mengurangi polusi udara dengan menerapkan aturan Transport Demand Management (TDM). Seiring adanya rencana itu, Komisi C DPRD Kota Surabaya akan membahas peraturan daerah (perda) terkait hal tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Mochamad Machmud mengatakan, adanya ide wacana itu nantinya akan dibuatkan perda pembatasan kendaraan pribadi. Dirinya mengatakan, jika tidak dibuatkan perda, maka di tahun 2050 akan terjadi penumpukan kendaraan di jalan raya. 

“Padahal kita (pemerintah, Red) sudah terus lakukan penambahan jalan, nanti kalau dibiarkan akan semakin tidak ada ruang di jalan. Nanti diprediksi kira-kira 2050 akan macet total,” kata Machmud saat ditemui di Kantor DPRD Kota Surabaya, Senin (22/7).

Menurut Machmud, idealnya kota metropolitan seperti Surabaya juga harus memiliki manajemen transportasi yang bagus. Tentunya itu juga harus diimbangi dengan adanya perda pembatasan kendaraan pribadi. “Jadi Surabaya ini karakternya berbeda dengan kota lain. Meskipun Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) juga sudah ada anggaran untuk penambahan jalan tiap tahunnya,” ujar Machmud.

Selama ini, Surabaya juga sudah memiliki perda mengenai manajemen transportasi. Namun sifatnya hanya umum, misalnya, masalah parkir, lalu lintas (lalin), rambu-rambu dan masih banyak lainnya. Perda itu menurutnya masih belum kompleks. Jika nantinya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dirasa lama menangani perda manajemen transportasi, maka DPRD akan berinisiatif membahas persoalan tersebut.

“Bisa jadi itu nanti ada perda inisiatif. Untuk yang perda satu garasi satu mobil dan manajemen transportasi yang bersifat umum itu sudah, kalau pengurangan mobil itu yang belum. Bahkan ada wacana usia mobil juga akan dibatasi,” paparnya. 

Sementara itu, Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad mengungkapkan, pihaknya akan menerapkan TDM setelah transportasi umum di Kota Surabaya sudah menjangkau seluruh wilayah kota. Oleh sebab itu, pihaknya akan memaksimalkan transportasi umum seperti trunk (penghubung) dan feeder.

“Jadi setelah semua dipenuhi, masyarakat mempunyai banyak pilihan mau naik apa. Sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ungkapnya.

Hingga saat ini pun, Irvan menjelaskan, Dishub Surabaya sudah memiliki moda trunk seperti 20 Suroboyo Bus yang sudah menjangkau beberapa wilayah. Sedangkan untuk feeder atau semacam bemo tengah dipersiapkan oleh dishub. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia