Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

IAI Jatim Siapkan Apoteker dalam Penanggulangan Bencana

22 Juli 2019, 21: 05: 02 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK:  Seluruh peserta pelatihan berkomitmen menjadi ATB (Apoteker Tanggap Bencana) yang tangguh, profesional dan tanpa batas.

KOMPAK: Seluruh peserta pelatihan berkomitmen menjadi ATB (Apoteker Tanggap Bencana) yang tangguh, profesional dan tanpa batas. (ISTIMEWA)

Share this      

PASURUAN – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Timur menggelar Pelatihan Apoteker Tanggap Bencana (ATB) di Agrowisata Bhakti Alam, Kebupaten Pasuruan, Jawa Timur, 20 hingga 21 Juli 2019. Kegiatan itu diikuti 117 apoteker dari 33 cabang dan 4 himpunan seminat se-Jatim.

Keempat seminat Jatim itu yakni Hisfarin (Himpunan Seminat farmasi Industri, Hisfardis (Himpunan Seminat Farmasi Distribusi), Hisfarkermas (Himpunan Seminat Farmasi Puskesmas) dan Hisfarsi (Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit).

Ketua Pelaksana Gemparing Bayu Wiyoto S.SI, Apt mengatakan selama dua hari, para apoteker mendapatkan beberapa materi kebencanaan.

KOMITMEN: Pengurus IAI Jatim bersama BPBD Jatim mendukung apoteker tanggap bencana (ATB).

KOMITMEN: Pengurus IAI Jatim bersama BPBD Jatim mendukung apoteker tanggap bencana (ATB). (ISTIMEWA)

“Ada workshop dari BPBD Jatim, pelatihan teamwork, leadership, simulasi penanganan bencana, termasuk basic life support,” jelas Gemparing.

Materi disampaikan  oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Irvan Setyanudin, Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Pusat Ismail S.Si Apt MT, DP dan BSMI Jatim dr Nasrun Sp An. 

“Dalam waktu dekat, IAI akan menggelar rapat dengan BPBD mengenai realisasi kerjasama dengan BPBD Jatim,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai ketua IAI Gresik itu.

Dengan kegiatan itu, lanjut Gemparing, apoteker diharapkan bisa lebih aktif dalam kebencanaan terutama pengelolaan obat di area bencana alam. 

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah IAI Jatim Dr Abdul Rahem M.Kes, Apt menambahkan letak geografis Indonesia berada dalam jalur gunung api dunia. Sehingga wilayah Indonesia berpotensi mengalami bencana.

“Tenaga medis apoteker harus meningkatkan kemampuan memahami kebencanaan sehingga saat terjadi bencana, apoteker lebih bisa berperan aktif dalam ikut menangani kebencanaan sesuai porsi apoteker,”  harap Rahem. (*/han)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia