Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Kasus Dugaan Penghinaan di Grup Yasinan Warga Domas Dibawa ke Polda

21 Juli 2019, 07: 07: 15 WIB | editor : Wijayanto

Kasus Dugaan Penghinaan di Grup Yasinan Warga Domas Dibawa ke Polda

GRESIK - Kasus dugaan penghinaan kepada profesi advokat oleh grup yasinan RT 1 RW I Desa Domas Kecamatan Menganti akhirnya dibawa ke Kapolda Jatim, Sabtu (20/7).

Unit Tipikor Satreskrim Polres Gresik rencananya mengantarkan seluruh berkas dugaan hinaan tersebut dalam minggu besok. 

Kepolres Gresik AKBP Sri Wahyu Bintoro menambahkan jika kasus itu sudah diterima oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Gresik, Jumat (19/7). “Minggu depan pastinya sudah kami antarkan ke Polda,” kata Wahyu. 

Sementara itu, pengacara Sulton Sulaiman mengatakan kasus dugaan penghinaan profesi itu bermula dari percakapan grup WhatsApp (WA). Ada 28 anggota grup WA, namun empat ibu-ibu terlihat sangat aktif melakukan penghinaan terhadap salah satu warga yang juga pengacara bernama Sulton Sulaiman. Mereka yang diduga aktif melakukan obrolan penghinaan yakni Yeni Dwi, Diah, Astutik dan Minah. 

“Grup itu sebenarnya berdiskusi terkait pengajian setiap minggu. Namun, beberapa warga menjelekkan salah satu orang yang tidak masuk dalam grup tersebut (Sulton, Red),” ungkapnya. 

Dikatakannya, kasus perseruan itu bermula saat Yeni Dwi dan Diah tidak terima dipanggil oleh Pengadilan Agama (PA) sebagai saksi.

“Kebetulan Yeni Dwi dan Diah itu ngontrak di lahan milik Khoirul Huda yang masih dalam gugatan tanah. Sebagai pengontrak lahan, prosedural hukum di PA Yeni Dwi dan Diah harus datang menjadi saksi dan tergugat, namun Teni dan Diah tidak terima. Akhirnya, mereka melakukan penghinaan terhadap saya. Padahal, itu prosedural hukum di PA,” katanya. (han)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia