Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

JCH Gelombang Kedua Langsung Pakai Kain Ihram

21 Juli 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

RITUAL UMRAH: JCH kloter 41 yang masuk gelombang kedua pemberangkatan sudah mengenakan kain ihram sebelum berangkat ke Bandara Internasional Juanda da

RITUAL UMRAH: JCH kloter 41 yang masuk gelombang kedua pemberangkatan sudah mengenakan kain ihram sebelum berangkat ke Bandara Internasional Juanda dan terbang menuju Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (20/7). (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Gelombang kedua jamaah calon haji (JCH) akan diberangkatkan pada hari Sabtu (20/7). Pemberangkatan gelombang dua dimulai dari kloter 41 yang berasal dari Nganjuk sekitar 298 JCH dan dari Surabaya 147 JCH. Pada pemberangkatan kloter 41 tersebut, berbeda dari biasanya, JCH langsung diterbangkan dari Bandara Internasional Juanda Juanda pada pukul 21.00 langsung menuju Jeddah. Sebelumnya, JCH di gelombang pertama diterbangkan dari Juanda menuju Madinah.

Menurut Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Jamal, JCH pada gelombang kedua langsung menggunakan kain ihram dari Asrama Haji Sukolilo. “JCH yang tergabung dalam gelombang dua, ketika diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya menuju Bandara Juanda sudah diharuskan mengenakan kain ihram. Hal itu dikarenakan untuk mempermudah JCH ketika mendarat di Jeddah,” katanya kepada Radar Surabaya, Sabtu (20/7).

           Jamal menambahkan, penggunaan kain ihram tersebut agar JCH tidak membuka kopernya lagi selama di Jeddah. ”Ini demi mempermudah JCH. Jadi sampai Jeddah tidak buka kopernya lagi dan nanti ketika pesawat sampai di atas Yalamlam (batas miqat) JCH sudah harus berniat untuk umroh, maka pada saat itu kain ihram harus sudah dipakai,” terangnya. 

Sementara itu pemberangkatan JCH menuju tanah suci berjalan dengan baik. Sebanyak 1.780 JCH dan 20 petugas dari kloter 37, 38, 39, dan 40 berhasil diberangkatkan. Berbeda dengan awal-awal pemberangkatan gelombang satu, dimana banyak ditemukan barang JCH yang disita petugas. Kloter ahir dari gelombang satu justru berjalan dengan tertib. Pihaknya terus berupaya mensosialisasikan kepada JCH maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk memahami bentuk barang yang boleh dibawa dan berapa jumlahnya.  

“Hingga hari ini kami terus berupaya berkomunikasi dengan JCH yang belum berangkat maupun KBIH-nya untuk betul-betul mencermati peraturan," ungkapnya. 

Prosesi pemberangkatan JCH haruslah selalu berjalan dengan kondusif. Hal itu dikarenakan dapat berpengaruh kepada psikologis JCH. "Kasian JCH itu, mau berangkat saja kok masih tersendat karena barang bawaan yang bermasalah. Takutnya nanti psikologisnya terganggu," imbuhnya. 

Hingga kloter 40, kondisi kesehatan JCH terus dipantau. Terlebih kondisi JCH yang masih berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. "Yang sakit itu enam orang dan dirawat di Rumah Sakit Haji, dua di antaranya sudah bisa dikembalikan ke asrama haji, jadi tinggal empat. Kami bersama KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan, Red) akan terus memantau kondisi JCH ini," pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia