Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Ketoprak Angling Darmo Madrim Sayemboro

Kisah Bremono Kembar dan Hitam Putihnya Kehidupan

21 Juli 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ADA PESAN MORALNYA: Sejumlah pemain Kethoprak Tunas Sriwandowo saat memainkan lakon Angling Darmo Madrim Sayemboro di komplek Balai Pemuda, Jumat (19/

ADA PESAN MORALNYA: Sejumlah pemain Kethoprak Tunas Sriwandowo saat memainkan lakon Angling Darmo Madrim Sayemboro di komplek Balai Pemuda, Jumat (19/7) malam. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kisah Bremono kembar membuat seluruh Kadipaten Bojonegoro geger lantaran Bremani mempunyai dua suami kembar. Cerita tersebut bermula ketika Bremani hamil, dirinya ngidam madu tawon.

Saat itu Bremani meminta Bremono untuk mencari madu tawon di hutan. Ketika Bremono pergi untuk mencari madu tawon, munculnya Bremono yang berasal dari bangsa jin atau genderuwo yang menyerupai Bremono yang asli. 

Selama beberapa waktu, Bremono dari bangsa jin tersebut menemani Bremani sampai akhirnya kedua Bremono tersebut bertemu. Bremani pun kaget, suaminya bisa kembar dua, “Kok iso dadi loro, piye toh iki (kok bisa jadi dua, gimana ini, Red),” teriak Bremani dalam adegan tersebut. 

Kemudian kedua Bremono tersebut saling mengaku bahwa keduanya adalah Bremono yang asli. Bremani pun memutuskan meminta bantuan untuk memecahkan masalahnya ke Kadipaten Bojonegoro untuk menemui Adipati Darmo Waseso.

Setelah mendengar permasalahan dari Bremani, Adipati Darmo Waseso membuat sayembara untuk bisa menemukan Bremono yang asli. Demang Klungsur akhirnya mengikuti sayembara tersebut. 

Demang Klungsur menyuruh kedua Bremono kembar tersebut untuk masuk ke dalam kendi kecil. Namun cara yang digunakan oleh Demang Klungsur tersebut cara untuk mengelabuhi bangsa jin untuk bisa kembali ke alamnya.

Akhirnya Damang Klungsur bisa membuktikan bahwa Bremono yang asli adalah Bremono manusia dan tidak bisa masuk ke dalam kendi kecil. Sedangkan Bremono yang palsu tersebut berasal dari bangsa jin berbentuk genderuwo yang masuk ke dalam kendi tersebut.

Pada akhirnya, Demang Klungsur diangkat oleh Adipati menjadi Jekso Negoro (jaksa) karena telah berhasil memecahkan masalah yang menggegerkan Kadipaten Bojonegoro

Menurut sutradara ketoprak Gatot Utomo, cerita Angling Dharma Madrim Sayemboro ini berkisah tentang Bremono dan Bremani yang menjadi salah satu episode dari kisah Angling Dharma.

Dalam kisah tersebut menarik kesimpulan bahwa dunia ini ada hitam dan putih. Jadi kehidupan manusia mempunyai sisi hitam dan putih yang saling berkaitan.

“Antara hitam dan putih ini saling bermusuhan, manusia dan keturunan jin (genderuwo) saling bermusuhan. Setiap kegiatan manusia sering dikacau oleh sisi hitam yang menyerupai jin,” terangnya saat ditemui Radar Surabaya di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (20/7) malam. 

Dalam penampilan ketoprak tersebut dimainkan oleh 28 aktor dan aktris ketoprak. Gatot mengungkapkan, di tengah persaingan industri hiburan ini, dirinya dan para pemain ketoprak terus menunjukan eksistensi dan melestarikan budaya tradisonal dengan pementasan yang rutin selama seminggu sekali.

“Ya kami menguri-uri (melestarikan, Red) budaya agar ketoprak tetap lestari di tengah modernisasi,” pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia