Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Super Softskill Mentoring (SSM) 2019

Mahasiswa Perbanas Pecah Rekor 850 Short Movie Penyelamatan Lingkungan

20 Juli 2019, 19: 10: 29 WIB | editor : Wijayanto

SOFTSKILL: Ketua STIE Perbanas Surabaya Dr Yudi Sutarso, SE, MSi (dua dari kanan) dan Direktur The Latofi School of CSR, Latofi, meninjau karya short

SOFTSKILL: Ketua STIE Perbanas Surabaya Dr Yudi Sutarso, SE, MSi (dua dari kanan) dan Direktur The Latofi School of CSR, Latofi, meninjau karya short movie mahasiswa STIE Perbanas angkatan 2018 di aula Kampus 1 STIE Perbanas. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - STIE Perbanas Surabaya senantiasa melakukan inovasi untuk peduli pada lingkungan masyarakat. Inovasi inipun diwujudkan dalam bentuk karya-karya berkualitas dan bernilai tinggi. 

Seperti yang dilakukan para mahasiswa angkatan tahun 2018 yang tergabung dalam kegiatan Super Softskills Mentoring (SSM) 2019 kali ini. Mereka membuat produk berbeda dari biasanya, yakni membuat short movie yang bertema ‘Penyelamatan Lingkungan’.

Sebanyak 850 mahasiswa yang terbagi menjadi 47 group mentee (dibaca menti, sebutan untuk peserta mentoring) menampilkan beragam judul short movie.

Seperti yang dibuat oleh mahasiswa dari mentor (kelompok) 38, cerita yang disampaikan tentang dampak buruk dari perokok pasif dan aktif.

Dalam film itu, seorang laki-laki perokok aktif terus ditekan oleh pacar dan sahabatnya agar berhenti merokok. Namun keadaan itu bertentangan dengan kebiasaannya, hingga dirinya termenung dan memutuskan berhenti merokok.

Ketua Pelaksana, Nurcholis Setiawan, S.Psi., M. Psi., mengatakan kegiatan Super Softskills Mentoring (SSM) rutin diselenggarakan setiap tahun untuk mahasiswa angkatan terbaru.

Program SSM berlangsung selama lima bulan dan para mentor ini memberikan bimbingan kepada mentee hingga 14 pertemuan. Mereka dilatih dan digali softskill-nya agar nantinya bakat setiap mahasiswa bisa dikembangkan. 

Nurcholis  menambahkan, pemecahan rekor 850 short movie kesadaran lingkungan dan nilai-nilai softskills ini diciptakan oleh mahasiswa dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Dan pencapaian rekor ini sudah yang ke-12 kali diterima oleh mahasiswa STIE Perbanas Surabaya.

Ada beberapa hal yang dinilai, di antaranya cinta lingkungan, kreatifitas, inovasi, dan lainnya. Bahkan, setiap mentee berkontribusi langsung di tengah masyarakat untuk mengedukasi para warga dalam penyelamatan lingkungan dan pendidikan karakter softskills.       

"Short movie yang dibuat mereka telah dipublikasikan secara massal sejak 7 Juli 2019 di akun YouTube masing-masing mentee. Harapannya, setelah di-share, warga netizen maupun masyarakat umum luas bisa bergerak untuk menyelamatkan lingkungan secara massal melelui media digital," harapnya. 

Sementara itu, Ketua STIE Perbanas Surabaya Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si menjelaskan, pihaknya mendukung kegiatan ini.

Pembuatan short movie sangat cocok dibuat sebagai wadah bagi generasi milenial untuk melakukan edukasi untuk sadar terhadap lingkungan. “Media short movie ini sangat menarik untuk saat ini,” tuturnya. 

Sementara itu, Direktur The Latofi School of CSR, Latofi menjelaskan kegiatan ini merupakan hal yang baru dilakukan. Belum pernah ada perguruan tinggi (PT) yang membuat film pendek secara bersama sebagai media untuk memengaruhi publik.

Karena itu pula, pihaknya memberikan penghargaan Museum Rekor Hijau Indonesia untuk STIE Perbanas ini. (nin/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia