Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

BEM Stikes RS Anwar Medika Gelar Seminar Anti Narkoba

20 Juli 2019, 18: 09: 00 WIB | editor : Wijayanto

ANTI NARKOBA: Seminar yang digelar STIKES RS Anwar Medika Sidoarjo.

ANTI NARKOBA: Seminar yang digelar STIKES RS Anwar Medika Sidoarjo. (SANUSI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Rumah Sakit Anwar Medika Sidoarjo menggelar seminar dan talkshow ‘Peran Generasi Milenial  dalam Menyukseskan Indonesia Bebas Narkoba,' Sabtu (20/7) pagi.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati hari anti narkoba internasional itu diikuti oleh kalangan mahasiswa, pelajar hingga umum.

Dalam kegiatan itu, setidaknya ada tiga narasumber yang hadir sebagai pembicara. Di antaranya, Diah Tri Agustina, S.Psi sebagai fasilitator non PNS BNN Sidoarjo, Kepala BNN Sidoarjo Hermansyah, A. Md dan Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Muh Indra Nadjih, S.Ik, M.Si.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 STIKES Rumah Sakit Anwar Medika Nanang Andhiyan, S.E, S.H, MM berperan sebagai moderator.

Diah Tri Agustina mengatakan, pada tahun ini, Indonesia sudah mengalami darurat narkoba. Penyalahgunaan narkoba sendiri tergolong pada suatu kejahatan yang tingkatannya sangat tinggi alias besar.

Sehingga, penyalahgunaan sering disebut extraordinary crime. Sehingga jangan sekali bermain-main dengan narkoba. “Itu sangat membahayakan sekali, dan merusak generasi penerus bangsa ini,” katanya.

Dia menambahkan, Indonesia darurat narkoba bukan tanpa alasan. Sebab mulai anak kecil, SD, SMP, hingga SMA sudah mengenal narkoba.

Pihaknya bahkan sudah pernah merehabilitasi anak SD yang dalam sehari sekali mengonsumsi narkoba hingga 10 butir pil. Akibatnya, proses rehabilitasi membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Muh Indra Nadjih menuturkan, pihaknya meminta agar generasi muda benar-benar komitmen untuk melakukan pemberantasan penyalahgunaan terhadap narkoba.

Komitmen itu diharapkan tidak hanya diucapkan dengan kata-kata, melainkan juga dengan tindakan yang nyata. Sebab benar-benar berbahaya dan melanggar hukum. “Ini tak main-main, hukumannya bisa sampai hukuman mati,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua STIKES RS Anwar Medika Prof. Dr. H. Acmad Syahrani, Apt., MS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang rutin digelar.

Sejak berdiri tahun 2015 lalu, hingga saat ini tidak ada satupun mahasiswa serta seluruh unsur rumah sakit yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Baik pengguna maupun pengedar narkoba. “Kita akan terus berkomitmen untuk tidak menyalahgunaan narkoba,” paparnya. (san/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia