Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Pengurus Baru YKP Lakukan Inventarisasi

Pengurus Baru YKP Amankan Aset Tanah Seluas 1.029 Meter Persegi

20 Juli 2019, 07: 35: 39 WIB | editor : Wijayanto

DIINVENTARISIR: Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Maria Theresia Rahayu menunjukkan salinan daftar aset Yayasan Kas Pembangunan di Jalan Sedap Malam, Surabaya.

DIINVENTARISIR: Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Maria Theresia Rahayu menunjukkan salinan daftar aset Yayasan Kas Pembangunan di Jalan Sedap Malam, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Maria Theresia Ekawati Rahayu, menyampaikan bahwa kepengurusan Yayasan Kas Pembangunan (YKP) yang baru akan melakukan pendataan aset, administrasi, laporan keuangan, dan data karyawan. Saat ditemui di Kantor YKP Jalan Sedap Malam No 18, Maria mengatakan bahwa nanti juga akan ada penyerahan sisa tanah kavling dari YKP yang ada di lima lokasi di Surabaya. Di antaranya ada di kawasan Tenggilis Mejoyo, Rungkut Kidul, Penjaringansari, Kalirungkut, dan Medokan Ayu. 
“Jadi ini saya tekanakan lagi, ke lima aset yang ada di wilayah tersebut adalah aset yang di bawah pengelolaan yayasan (YKP Surabaya). Bukan PT. YeKaPe, karena masih belum,” kata Maria yang biasa disapa Yayuk ini, Jumat (19/7).Yayuk yang saat ini juga sebagai ketua pengurus YKP menjelaskan bahwa untuk proses penyerahan aset di bawah pengelolaan PT. YeKaPe akan diurus melalui mekanisme PT. Sehingga pengambilan aset yang ada di bawah naungan PT. YeKaPe tidak bisa langsung diambil begitu saja. “Ada dua organ kan itu, yang PT. YeKaPe tidak bisa langsung (diambil). Karena PT. YeKaPe itu sekarang posisinya sebagai pemegang saham, sehingga nantinya melalui mekanisme PT,” tegasnya.Sesuai data yang diterima Yayuk, ada tanah sisa kavling yang belum terjual. Kalau dilihat dari data yang diterima dari YKP saat ini adalah sebagai berikut, di Medokan Ayu terdapat lima persil dengan total luas 139.882 meter persegi, wilayah Penjaringansari ada 52 persil sama dengan 31.249 meter persegi.Kemudian, Kalirungkut ada 16 persil dengan luas 60.665 meter persegi, Rungkut Kidul 11 persil dengan luas 13.896 meter persegi, dan terakhir di Tenggilis Mejoyo ada sebanyak enam persil total luas 1.029 meter persegi.“Jadi total data sementara yang kami terima ada 90 persil, di wilayah tersebut adalah sisa kavling yang belum terjual,” ucapnya.Ia menambahkan, untuk tahap awal akan melakukan iventarisasi dan identifikasi ke lokasi-lokasi tersebut. Setelah itu, pihaknya akan melakukan audit terhadap laporan keuangan dan lain sebagainya. Nantinya kepengurusan tersebut akan dilakukan kepada pengurus YKP yang baru. “Organ kepengurusan yang baru nanti (yang mengurus), kalau pengurus yang lama sudah diberhentikan,” jelasnya.
Saat disinggung mengenai aset yang ada di luar Surabaya, dia menjelaskan tidak ada data aset yayasan yang berada di luar kota. “Aset di luar kota yang dikelola yayasan tidak ada yang diserahkan tadi,” tandasnya. Sehingga, luas total tanah yang berhasil diselamatkan pemkot dengan sinergi bersama kejaksaan sejak tahun 2016 hingga 2019 mencapai 346.278,25 meter persegi. Tanah yang berhasil diselamatkan itu belum termasuk dengan aset YKP Surabaya.Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan seusai serah terima aset YKP di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim), pada Kamis (18/7) lalu, aset YKP bisa menyentuh angka Rp 5 triliun lebih. Selain itu, Risma juga menyampaikan kalau aset YKP terdiri dari berbagai bentuk. “Jadi bentuknya macam-macam, tapi kebanyakan ya lahan kosong. Ini lagi kita inventarisir sama pengurus yang baru, nanti sambil kita inventarisasi data sama asetnya. Sebagian aset-aset itu bisa digunakan untuk rumah susun warga kurang mampu,” pungkas Risma. (gin/jay)

PEMULIHAN: Kantor PT YKP yang kini dikuasai pengurus baru.

PEMULIHAN: Kantor PT YKP yang kini dikuasai pengurus baru. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia