Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kurangi Polusi, Dishub akan Terapkan TDM

20 Juli 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ADA PEMBATASAN: Suasana kepadatan arus lalu lintas di tengah kota Surabaya, Jumat (19/7). Dishub menyiapkan strategi dan skema jangka panjang untuk me

ADA PEMBATASAN: Suasana kepadatan arus lalu lintas di tengah kota Surabaya, Jumat (19/7). Dishub menyiapkan strategi dan skema jangka panjang untuk menekan kemacetan dan polusi udara. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan menerapkan Transport Demand Management (TDM) dengan melakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Penerapan aturan itu dilakukan untuk mengurai kemacetan dan meminimalisir paparan polusi udara.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan, peraturan TDM ini akan diterapkan ketika Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya sudah memenuhi alternatif transportasi umum yang dibutuhkan masyarakat. “Nanti kami lakukan pembatasan, jadi bukan pembatasan jumlah, tapi pembatasan menggunakan kendaraan. Agar polusi udara tidak semakin meningkat,” kata Irvan saat diruang kerjanya, Jumat (19/7). 

Selain itu, TDM nantinya akan diterapkan ketika transportasi umum sudah bisa menjangkau seluruh wilayah di Surabaya. Hal ini agar masyarakat mempunyai alternatif menggunakan transportasi umum dan mengurangi kendaraan pribadi untuk beraktivitas.

“Sehingga nantinya transportasi umum bisa menjangkau kampung maupun di perumahan. Ke depannya kan nanti ada juga soal pengadaan feeder bus yang masuk ke perumahan yang masih belum terjangkau alat transportasi,” jelasnya.

Pengadaan itu masih membutuhkan waktu lama, sedangkan saat ini Dishub Surabaya masih memaksimalkan adanya transportasi trunk atau Suroboyo Bus. Sementara itu, pengadaan feeder atau kendaraan kecil seperti angkot, masih diperbaiki secara bertahap. Dirinya juga menjelaskan, Suroboyo Bus saat ini sudah menjangkau wilayah barat ke timur dan barat ke selatan. 

“Yang belum itu sepanjang Jalan Middle East Ring Road (MERR) dan akan diadakan di akhir tahun 2019 ini. Kemarin baru saja kami lakukan test track. Sedangkan, untuk wilayah lain seperti Benowo Sememi belum mungkin tahun ini, mungkin tahun depan (2020),” terangnya.

Irvan mengungkapkan, untuk pengadaan Suroboyo Bus wilayah Sememi maupun Benowo akan menunggu proyek penambahan dua jalur yang tengah di kerjakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya dan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (PUBMP) Surabaya. 

Melihat hal tersebut, Irvan mengaku penerapan TDM pun merupakan rencana jangka panjang. Pihaknya akan mengusulkan peraturan daerah (perda) dan konsultasi dengan anggota dewan kota. “Kemarin pun sudah ada sedikit pembahasan dengan anggota dewan terkait pengurangan kemacetan ini,” kata Irvan.

Irvan juga menjelaskan, beberapa upaya dalam menerapkan TDM yakni dengan menaikkan harga parkir di kawasan tertentu. Misalnya seperti area parkir yang di ruas jalan atau tempat yang menyebabkan kemacetan. 

“Tujuannya untuk mengembalikan fungsi jalan, karena pada dasarnya ruas jalan tidak diperuntukkan untuk parkir. Jadi kami akan mengupayakan agar tidak ada lagi parkir sembarangan di ruas jalan, karena ini akan menghambat lalu lintas dan akan memperbanyak polusi akibat kemacetan,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia