Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Oplos Elpiji 3 Kg Jadi 12 Kg, Warga Benowo Diciduk Polisi

19 Juli 2019, 01: 58: 02 WIB | editor : Wijayanto

OPLOSAN: Tersangka Muhammad Su'ud mempraktekkan cara mengoplos LPG 3 kg bersubsidi ke LPG 12 kg non subsidi di depan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro dan Kasatreskrim AKP Andaru Rahutomo.

OPLOSAN: Tersangka Muhammad Su'ud mempraktekkan cara mengoplos LPG 3 kg bersubsidi ke LPG 12 kg non subsidi di depan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro dan Kasatreskrim AKP Andaru Rahutomo. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kepolisian Resort (Polres) Gresik berhasil mengamankan pelaku penyalahgunaan elpiji bersubsidi di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dengan tersangka tunggal.

Bermodal puluhan tabung berisi gas elpiji 3 kilogram (bersubsidi), kemudian dengan alat sederhana, ia mengoplos dengan cara menyuntikkan gas ke tabung elpiji 12 kilogram (non-subsidi) untuk mendapatkan laba yang besar.

Slamet Hariyanto, 36 , warga Sememi Jaya Gg 03/04 Rt 3 Rw 1 Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, jadi terangka. Ia mengaku telah melakukan aksinya selama empat bulan dan beroperasi seorang diri dengan menjual hasil oplosan ke toko-toko terdekat.

"Saya oplos sendiri di rumah kos Desa Gantang, Menganti. Saya belajar dari Youtube. Laba satu tabung Rp 40-50 ribu, hasilnya saya buat modal beli tabung lagi dan kebutuhan sehari-hari," katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolres Gresik, Kamis (18/7).

Pria tanpa pekerjaan pasti itu mempraktekkan cara menyuntik empat buah tabung gas elpiji 3 Kg yang dimasukkan ke tabung non subsidi berukuran 12 Kg dengan alat yang dibuatnya sendiri kemudian dijual dengan harga normal.

Terendusnya aksi ilegal oleh pihak berwajib setelah adanya laporan warga yang merasa curiga dengan jeleknya kualitas isi gas elpiji 12 Kg. Polisi kemudian mulai melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku.

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa ada seseorang yang sering melakukan penjualan gas elpiji tabung 12 Kg berasal dari hasil oplosan.

"Anggota Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan pelaku di rumahnya. Saat itu pelaku sedang melakukan pengoplosan," ungkap Kapolres. Pihaknya mengamankan barang bukti berupa 22 tabung elpiji bersubsidi 3 kg (isi), 10 tabung elpiji bersubsidi 3 kg (kosong), 8 tabung elpiji 12 kg (isi), 8 tabung elpiji 12 kg (kosong) dan 2 buah pipa modifikasi.

Sementara pasal yang di tersangkakan adalah pasal 55 dan atau pasal 53 huruf d UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (penyalahgunaan subsidi pemerintah). "Ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp. 60.000.000.000," pungkasnya. (yud/jay)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia