Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemindahan Nama Jalan Bung Tomo Tuai Protes, Risma Jalan Terus

19 Juli 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

KURANG REPRESENTATIF: Kondisi lalu lintas di Jalan Bung Tomo, Kamis (18/7). Pemkot Surabaya akan memindahkan nama jalan tersebut meskipun banyak menua

KURANG REPRESENTATIF: Kondisi lalu lintas di Jalan Bung Tomo, Kamis (18/7). Pemkot Surabaya akan memindahkan nama jalan tersebut meskipun banyak menuai protes, karena dinilai jaraknya yang terlalu pendek. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menuai banyak penolakan soal pemindahan nama Jalan Bung Tomo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan tidak masalah. Karena menurut Risma, Jalan Bung Tomo yang ada saat ini terlalu pendek jaraknya.

Rencana untuk memindah nama jalan itu rupanya juga mendapat banyak penolakan, mulai dari DPRD Kota Surabaya hingga Komunitas Pecinta Sejarah dan Perkembangan Kota. Rencananya, Risma akan memindah Jalan Bung Tomo yang semula berada di kawasan Kecamatan Wonokromo itu ke Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) berdekatan dengan Gelora Bung Tomo (GBT).

Sedangkan Jalan Bung Tomo yang saat ini, dikembalikan pada nama sebelumnya, yaitu Jalan Kencana. Meskipun mendapat penolakan dari berbagai pihak, Risma mengaku tak masalah. Alasan Risma memindah nama jalan itu dengan tujuan ingin lebih menghargai pahlawan yang juga mantan menteri Indonesia tersebut.

“Nggak, enggak maslah kok kalau ditolak. Saya cuma ingin memindah saja, bukan menghapus namanya. Karena Jalan Bung Tomo yang sekarang itu terlalu pendek jaraknya, kalau dipindah ke JLLB kan itu luas dan besar,” kata Risma saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/7).

Selain berdekatan dengan GBT, Risma merasa Jalan Bung Tomo kini sangat pendek, sehingga tidak representative. Selain itu juga dianggap tidak menghargai Bung Tomo sebagai pahlawan yang namanya selalu diingat sebagai pemberani bersama arek-arek Suroboyo pada saat pertempuran 10 November 1945. 

“Jalan yang sekarang kan tidak sampai satu kilometer. Masa nama pahlawan besar ditaruh di jalan yang pendek, menghargailah,” lanjutnya.

Beberapa yang protes tersebut memberatkan keberadaan makam Bung Tomo yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Kecamatan Wonokromo, tepat di Jalan Bung Tomo. Sehingga, bila Jalan Bung Tomo dipindah, ditakutkan tidak lagi sesuai dengan lokasi makam pahlawan kelahiran 3 Oktober 1920 itu.

Meski begitu, Risma merasa hal tersebut tidak membuatnya masalah, sebab masih banyak nama jalan pahlawan yang tidak satu lokasi dengan makamnya. “Kalau makam ya, makamnya Bung Karno di Blitar itu nama jalannya ya ada di sini (Surabaya). Ini hanya karena pendek sekali kalau kemarin mikirnya. Kebetulan (JLLB) ada GBT juga,” paparnya.

Penggantian nama jalan tentu juga membutuhkan pengubahan berkas-berkas penting bagi warga yang tinggal di Jalan Bung Tomo. Untuk itu, Risma menyebut warga tidak perlu khawatir, karena Pemkot Surabaya siap membantu prosesnya.

“Kita akan bantu. Kan banyak (jalan yang diubah namanya) kayak kemarin Jalan Pattimura, kita juga bantu. Kita sudah punya pengalaman dari yang kemarin,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia