Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Surabaya Alokasikan 32 Persen APBD untuk Pendidikan

19 Juli 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Sejumlah siswa SMPN 32 Surabaya saat mengikuti UNBK tahun lalu. Pemkot Surabaya akan alokasikan 32 persen APBD untuk biaya pendidikan.

RAIH PRESTASI: Sejumlah siswa SMPN 32 Surabaya saat mengikuti UNBK tahun lalu. Pemkot Surabaya akan alokasikan 32 persen APBD untuk biaya pendidikan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan alokasikan 32 persen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk biaya pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini (Paud) hingga jenjang sekolah menegah pertama (SMP). 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan, pendidikan bagi anak-anak adalah hal yang paling penting dibandingkan yang lain. Menurutnya, fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah harus terus dikembangkan sebaik mungkin untuk menunjang prestasi anak.

Sebab, pembangunan anak-anak itu tidak hanya didukung dari infrastruktur saja, tetapi pembangunan non fisik atau mental juga tidak kalah pentingnya. Bahkan, ia juga melakukan tes psikis untuk para guru. 

“Saya juga ingin anak-anak belajar dengan nyaman, karena itu saya bangun sekolah bertingkat dan memberikan fasilitas untuk anak-anak mengembangkan potensi diri. Semenjak saya jadi wali kota, saya ingin semua sekolah, tanpa terkecuali untuk punya fasilitas yang lengkap. Guru juga kami tes psikis untuk menjamin mutu pendidikan,” kata Risma di ruang kerjanya, Kamis (18/7) siang.

Selain bicara infrastruktur, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu juga memantau kesehatan para pelajar Surabaya. Tak tanggung-tanggung, untuk memastikan keadaan mereka tetap sehat, setiap satu bulan sekali dilakukan tes kesehatan dan imunasasi di seluruh sekolah mereka masing-masing. Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya juga diberi asupan gizi tambahan untuk daya tahan tubuh.

“Setiap sebulan sekali Dinkes kami minta untuk keliling, ke sekolah-sekolah. Pokoknya memastikan kondisi tubuhnya fit dan kita beri vitamin tambahan. Sehat jasmani memang sangat penting, tapi sehat mental juga tidak kalah pentingnya,” lanjutnya.

Oleh karena itu, untuk terus menumbuhkan kesehatan mental dan memastikan keamanan di luar sekolah, wali kota kelahiran Kediri ini juga memantau anak-anak di lingkungan umum, seperti di taman-taman dan tempat yang biasa digunakan tempat nongkrong. Biasanya di tempat-tempat seperti itu dijaga oleh petugas Linmas untuk memantau.

“Kami tidak ingin mereka sehat di sekolah saja, kita letakkan Linmas perempuan. Kenapa sekarang ada Linmas dan Satpol PP perempuan, inilah upaya kami untuk menjaga anak-anak,” kata dia.

Selain itu, di Surabaya juga ada sebanyak 461 Taman Baca Masyarakat (TBM), 497 lapangan olahraga, rumah matematika, dan co-working space. Semua fasilitas itu dibuat sengaja untuk memberi wadah untuk anak-anak mengembangkan intelektual dengan maksimal.

“Sudah banyak kan sekarang fasiltas yang kita buat untuk mereka (anak-anak, Red) biar bisa berkreasi, kalau ada anak Surabaya berprestasi pastinya juga membuat bangga kedua orang tuanya,” pungkasnya. (gin/nur) 

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia