Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Dinkes: Tren Meningkat, Perlu Preventif Prediabetes

17 Juli 2019, 17: 28: 36 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Prevalensi penderita diabetes melitus di Indonesia cukup tinggi. Di Surabaya sendiri angkanya mencapai 4,6 persen. Hal ini tak lepas dari gaya hidup tidak sehat masyarakat. Namun tak hanya diabetes, penyakit prediabetes juga perlu diwaspadai karena jumlahnya yang banyak, namun tak diketahui secara pasti jumlahnya.

Prediabetes merupakan suatu kondisi kelebihan gula di dalam tubuh. Namun statusnya tidak sampai disebut diabetes melitus. Prediabetes ini, jika dibiarkan, juga dapat berujung kepada penyakit diabetes, yang dampaknya bisa panjang, mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. 

Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Sofia Rachmawati menyampaikan, tren prediabetes di Surabaya juga menunjukan angka yang tinggi. Bahkan pihaknya sudah menemukan anak usia di bawah lima tahun yang terjangkit prediabetes. "Ini semua tak lepas dari gaya hidup. Semakin jarang juga anak yang jalan kaki atau melakukan aktivitas fisik," Ujarnya. 

Sejauh ini, Dinkes Surabaya telah melakukan berbagi upaya. Di antaranya dengan upaya pencegahan melalui program pospimdu. Yakni deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), termasuk diabetes.

Untuk masyarakat usia 15 hingga 50 tahun, termasuk di antaranya anak SMP dan SMA, sudah berjalan selama dua tahun, program ini telah menyasar 1.061 orang.

Namun untuk pengobatan PTM, tidak bisa sukses jika tidak berdasarkan pada kesadaran pasien masing-masing. Kesadaran untuk memeriksakan diri dan mengubah gaya hidup. Sementara kesadaran masyarakat untuk periksa rutin saat ini sangat rendah. Itulah mengapa perlunya campur tangan dokter dalam mensosialisasikan gaya hidup sehat. "Kita tidak mungkin bisa bergerak sendiri, itulah mengapa kita perlu kerja sama banyak pihak," tukasnya. (is/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia