Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Gagal Berangkat, Penumpang Ekspres Bahari Terkatung-Katung

17 Juli 2019, 17: 17: 09 WIB | editor : Wijayanto

MEMBLUDAK: Ratusan calon penumpang mendengarkan informasi dari petugas KSOP bahwa Ekspres Bahari dilarang berangkat.

MEMBLUDAK: Ratusan calon penumpang mendengarkan informasi dari petugas KSOP bahwa Ekspres Bahari dilarang berangkat. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Ratusan calon penumpang kapal Ekspres Bahari terkatung-katung di Pelabuhan Gresik, kemarin. Mereka dipastikan gagal berlayar setelah petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengumumkan Ekspres Bahari dilarang berlayar.

Petugas mengumumkan langsung larangan tersebut dihadapan ratusan penumpang yang sudah menunggu keberangkatan sejak pukul 12.00. Kondisi tersebut membuat para penumpang kecewa dan sempat memprotes petugas.

Kasidi salah satu calon penumpang mengaku sangat kecewa dengan pembatalan ini. Pasalnya, ia sudah membeli tiket sejak jauh-jauh hari. “Seharusnya pemerintah bisa mengatur jadwal secara pasti. Jangan seperti ini. Kami yang dirugikan,” ungkapnya.

Akibat pembatalan ini, dirinya terpaksa mencari penginapan lagi sambil menunggu keberangkatan Bahari Ekspres pada Rabu pukul 07.00. “Ya cari penginapan lagi. Saya minta harus diperbaiki jangan seperti ini,” imbuhnya.

KSOP sendiri melarang kapal berangkat lantaran sesuai dengan info dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ombak setelah pukul 16.00 di atas 2 meter. “Kami melarang kapal berangkat di atas pukul 16.00 karena ombak tinggi. Pada pukul 16.00 ombak sekitar 1,6 meter kemudian naik hingga 2,1 meter pada pukul 22.00,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Gresik Kusnadi.

Dikatakan, larang berlayar ini murni terkait dengan keselamatan penumpang. Pihaknya tidak ingin ada bahaya saat kapal berlayar di laut. “Larangan ini murni terkait dengan keselamatan penumpang bukan yang lainnya,” ungkap dia.

Sedangkan, terkait adanya informasi kalau Ekspress Bahari sebenarnya tidak memiliki jadwal pelayaran dari Gresik pada hari Selasa, pihaknya membenarkan. Dari surat yang dikeluarkan Dishub untuk Selasa, pelayaran Gresik dilayani Blue Sea Jet pukul 11.00 dan dari Bawean dilayani Ekspres Bahari pukul 10.00.

“Kalau ditanya kenapa Bahari mengeluarkan tiket padahal belum ada jadwal, kami tidak bisa menjawab. Tanyakan ke Bahari saja,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Cabang Ekspres Bahari Gresik Revan Syahputra belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telefon selulernya hanya terdengar nada deringnya.

Sebagai catatan, sesuai dengan surat yang dikeluarkan Dishub Gresik nomor 552/438/437.55/2019, seharusnya untuk Selasa pelayaran Gresik hanya dilayani Blue Sea Jet pada pukul 11.00. Sedangkan Bahari Ekspres hanya mendapatkan slot keberangkatan dari Bawean pada pukul 10.00. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia