Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Diduga Sakit Jiwa, Gadis Ini 7 Kali Pinjam dan Hilangkan Motor Tetangg

17 Juli 2019, 01: 06: 00 WIB | editor : Wijayanto

TINGGAL INI: STNK motor milik Sumarto, warga Desa Banyuurip RT 01/RW 02 Kecamatan yang hilang dipinjam oleh tetangganya.

TINGGAL INI: STNK motor milik Sumarto, warga Desa Banyuurip RT 01/RW 02 Kecamatan yang hilang dipinjam oleh tetangganya. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Sumarto, warga Desa Banyuurip RT 01/RW 02 Kecamatan Kedamean baru saja kehilangan motor matik jenis Honda Beat nopol W 6729 LY. Motornya hilang setelah sebelumnya dipinjam Intan, warga Desa Wonosari, Kecamatan Kedamean yang tidak lain merupakan tetangga desanya.

Anak korban, Nanda Amelia menuturkan, sebelum motornya hilang pelaku mendatangi rumahnya Senin (16/07) pukul 16.00. Saat itu ibunya yang kebetulan berada di rumah didatangi oleh pelaku dan berniat meminjam motor untuk membeli ayam geprek di Desa Karangandong.

“Karena ibu saya mengenal baik sehingga kunci motor diserahkan kepada Intan,” ujarnya.

Dikatakan, keluarganya mulai cemas lantaran pelaku tidak kunjung kembali ke rumah. Bahkan, dia menunggu hingga tengah malam pelaku juga tidak kunjung terlihat. 

“Saya dan ibu akhirnya mendatangi rumahnya namun kata keluarganya dia belum kembali ke rumah sejak kemarin,” imbuhnya.

Bahkan, Nanda mengaku sempat tercengang saat mendengar penjelasan dari pihak keluarga bahwa Intan sudah lama mengindap gangguan mental. Tidak hanya satu dua orang, selama kurung waktu setahun dia sudah membawa lari sedikitnya tujuh motor milik tetangganya.

“Jika bensinnya habis motor biasanya digelatakkan dipinggir jalan dengan kondisi kunci masih menempel. Lalu dia pulang jalan kaki. Saat dirumah ditanya keberadaan motor hanya diam saja,” tuturnya.

Terkait persoalan ini, Nanda mengaku masih belum mau membawa persoalan ini ke jalur hukum. “Kami sepakat diselesaikan secara kekeluargaan dulu. Termasuk akan mengecek apakah pelaku ini mengalami gangguan mental betulan atau tidak,” tandasnya.  

Dikonfirmasi hal ini, Kanit Reskrim Polsek Kedamean, Aiptu Joni mengaku terbuka dan menunggu korban melapor.

“Jika ternyata pelaku mengidap gangguan jiwa maka akan kami mediasi,” kata dia. (fir)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia