Rabu, 21 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Permintaan Tinggi, Produsen Pupuk Dolomit Tingkatkan Produksi

17 Juli 2019, 00: 06: 39 WIB | editor : Wijayanto

SEBAR: Salah satu petani sedang menyebar pupuk di ladang pertaniannya.

SEBAR: Salah satu petani sedang menyebar pupuk di ladang pertaniannya. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sejumlah produsen pupuk dolomit di Kabupaten Gresik terus berupaya menggenjot produksi dolomit miliknya. Hal ini dikarenakan permintaan pupuk jenis ini mengalami peningkatan.

Corporate Communication PT Polowijo Gosari Asep Eka Kurniawan menargetkan pada 2020, pihaknya mampu memproduksi 1 juta ton dolomit. Saat ini, perusahannya baru mampu memproduksi sekitar 300.000 ton dolomit. 

“Kami menyiapkan investasi sekitar Rp 1 triliun untuk menambah kapasitas produksi. Kami optimistis pada akhir 2019 dapat memproduksi setidaknya 600.000 ton dolomit atau dua kali lipat dari kapasitas produksi existing saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan, keputusan perusahaan meningkatkan produksi dolomit karena permintaan yang meningkat. Apalagi di Indonesia masih sedikit perusahaan pupuk yang memproduksi dolomit. Saat ini, pihaknya memiliki cadangan dolomit mencapai 500 juta ton seluas 700 hektare. 

"Cadangan yang sangat besar. Kalau misalkan hanya produksi 1 juta ton setahun, maka butuh waktu ratusan tahun untuk menghabiskan cadangan tersebut," tandasnya.

Human Resources Development PT AJYSP, Wahyu mengungkapkan hal sama. Dia menuturkan, seiring dengan dorongan pemerintah, saat ini penggunaan pupuk dolomit semakin meningkat.

“Keunggulan menggunakan pupuk dolomit mampu menaikkan pH tanah, rawa, pasang surut dan tanah lebak. Produktivitas tanaman padi di lahan rawa lebak dan pasang surut rendah karena keasaman tanah yang cukup tinggi,” ujarnya. 

Perusahanya selaku salah satu produsen pupuk dolomit di Gresik tidak khawatir dengan semakin ketatnya pasar pupuk dolomit.

Menurutnya, saat ini produsen hanya mampu memenuhi 68 persen kebutuhan pupuk dari permintaan yang ada. “Permintaannya tinggi sehingga pasar masih terbuka secara luas,” tandasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia