Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

PT KAI Kosongkan Lahan, 6 Rumah Dibongkar untuk FR Wonokromo

16 Juli 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIGUSUR: Dengan menggunakan alat berat, petugas membongkar bangunan yang terimbas pelebaran Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Selasa (16/7).

DIGUSUR: Dengan menggunakan alat berat, petugas membongkar bangunan yang terimbas pelebaran Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Selasa (16/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Setelah tiga kali melayangkan somasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya akhirnya membongkar enam bangunan di Jalan Raya Wonokromo, Selasa (16/7) pagi. Lahan milik PT KAI ini akan digunakan sebagai Frontage Road (FR) Wonokromo.

Pengosongan lahan seluas 3.000 meter persegi ini diamankan sekitar 400 petugas gabungan. Mulai dari Satpol PP Surabaya, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Polri, Linmas Surabaya, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Warga pun berbondong-bondong menyelamatkan perabotan dan sejumlah barang yang masih tertinggal di dalam rumah.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto menjelaskan, aset tanah tersebut adalah milik negara. Tepatnya milik PT KAI (Persero). Lahan itu akan digunakan Pemkot Surabaya untuk pelebaran jalan raya atau FR Wonokromo.

"Kami meminimalisir dampak sosial warga yang terkena dampak penertiban ini. Kami siapkan ganti rugi bongkar,” kata Suprapto.

PT KAI telah menyiapkan uang ganti bongkar sebesar Rp 250 ribu per meter persegi bagi bangunan permanen. Sedangkan bangunan semipermanen Rp 200 ribu per meter persegi. Pemkot juga telah menyiapkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi warga terdampak.

"Sebelum pembongkaran, kami juga telah melakukan sosialisasi dan surat peringatan kesatu, kedua, dan ketiga," ujar Suprapto.

Camat Wonokromo Tomi Ardiyanto menambahkan, tanah yang dibebaskan kemarin itu akan digunakan untuk menambah kapasitas  FR Wonokromo. Ada tiga bagian tanah di kawasan itu. Yakni, lahan milik PD Pasar Surya, lahan pribadi bersertifikat, dan lahan milik PT KAI.

Menurut dia, lahan milik perseorangan bersertifikat telah dilakukan pembayaran ganti rugi. Lahan PD Pasar Surya juga telah diselesaikan oleh pihak terkait. Sedangkan lahan milik PT KAI, merupakan kewenangan PT KAI.

Pemkot Surabaya tidak bisa memberikan intervensi untuk warga yang tergusur di Jalan Raya Wonokromo. Sebab, lahan tersebut sepenuhnya merupakan urusan PT KAI dan warga. "Nah, hubungan hukum antara PT KAI dan warga, yang tahu hanya PT KAI. Pemkot hanya membantu. Salah satunya menawarkan rusunawa untuk warga. Kalau warga tidak berkenan, pemkot juga tidak bisa memaksa," ucap Tomi.

Meskipun pemkot telah memberikan bantuan berupa rusunawa, sejumlah warga masih menolak tegas. Mereka lebih memilih memperjuangkan hak kepemilikan lahan tersebut. Selain itu, warga meminta kompensasi dari PT KAI.

Di lokasi yang sama, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widiyantoro mengatakan, pihaknya telah membantu mengosongkan barang-barang di dalam rumah warga yang akan dieksekusi. Sosialisasi juga sudah dilakukan.

"Yang jelas, sudah kita beritahu kalau hari Senin ada pembongkaran. Tiga hari lalu sudah diperingatkan. PT KAI juga sudah meminta itu (mengosongkan lahan)," ujar Irvan.

Di pihak lain, Wakil Koordinator Warga Jalan Raya Wonokromo, Budi Suprastio, tampak geram saat melihat rumah miliknya dirobohkan dengan alat berat. Budi pun berencana mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya untuk mengurus kompensasi dengan PT KAI.

 Budi menegaskan bahwa selama ini belum ada bantuan hunian sementara dari PT KAI maupun Pemkot Surabaya. Karena itu, dia menaruh sisa barang-barangnya di pinggir Jalan Raya Wonokromo. "Kami sudah pasrah, nanti biar LBH yang mengawal. Tidak ada rusun, belum ada. Barang-barang sementara taruh luar. Dari PT KAI juga belum ada respons,” ungkapnya.

Menurut Budi, warga sebelumnya sempat bernegosiasi dengan PT KAI pada awal bulan Juli. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan permintaan warga. Ia berharap PT KAI dan pemkot memberikan rumah yang layak untuk warga tergusur. "Soal kompenasasi juga jangan dipersulit. Kami punya surat-surat lengkap," pungkasnya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia