Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Asyik Pesta Sabu di Dalam Rumah, Tiga Bapak-bapak Dibui

16 Juli 2019, 17: 25: 15 WIB | editor : Wijayanto

APES: Ketiag tersangka di polsek Lakarsantri.

APES: Ketiag tersangka di polsek Lakarsantri. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pesta sabu-sabu (SS) yang dilakukan tiga sekawan asal Tanjungsari, Sukomanunggal, ini berujung ke penjara. Ketiga tersangka adalah Didik Hariyanto, 43, warga Jalan Tanjungsari Gang Gading RT 01 RW 02, Dwi Purwanto, 22, warga Jalan Tanjungsari, RT 07 RW 02, dan Mariyanto, 46, warga Jalan Tanjungsari, RT 07 RW 02, Sukomanunggal.

Bapak-bapak itu digerebek saat tengah menikmati barang haram di rumah Didik Hariyanto, Kamis (11/7) sore. 

Kapolsek Lakarsantri Kompol Dwi Heri Sukiswanto mengatakan, para tersangka digerebek setelah polisi menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Warga setempat resah karena aktivitas tersangka yang melakukan penyalahgunaan narkoba. Padahal, sudah jelas, narkoba barang terlarang.

Kebetulan saat itu, ketiganya sedang berkumpul di rumah Didik. Mereka tak hanya berkumpul dan ngobrol, tapi juga berpesta isap SS.

Tim Unit Reskrim yang mendapatkan informasi tersebut lantas bergerak ke lokasi melakukan penyelidikan. Benar saja. Sesampainya di rumah tersangka Didik, ketiganya sedang duduk-duduk di dalam rumah melakukan pesta sabu. "Mereka digerebek tanpa perlawanan saat memakai sabu bersama," ujarnya.

Terbukti melakukan pesta SS, ketiganya tak dapat berkutik. Namun, salah satu dari mereka sempat berkilah jika mereka belum memakai. Tanpa basa-basi, ketiganya langsung diborgol. Sementara barang bukti diamankan petugas dan dibawa ke Mapolsek Lakarsantri.

Sebelum dijebloskan ke ruang tahanan, ketiga tersangka terlebih dahulu dites urine di Poliklinik Polrestabes Surabaya. Dari hasi tes urine, ketiganya dinyatakan positif. "Tersangka positif memakai narkoba," imbuh Kompol Dwi.

Sementara itu, tersangka Didik dan kedua rekannya mengaku baru melakukan pesta SS sekali. Alasannya, untuk menambah stamina. "Baru kali ini Pak. Kami patungan beli sabu," ungkap Didik saat diinterogasi penyidik.

Tersangka mengaku membeli SS per poketnya dengan harga Rp 200 ribu. Meski mengaku baru sekali makai, polisi menduga ketiganya sudah berulang kali mengisap SS.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, sebuah pipet berisi sisa SS 0,90 gram, sebuah sedotan warna putih beserta tutup botol Cleo warna oranye sebagai alat isap, sebuah sedotan warna putih sebagai cadangan, dan sebuah korek api warna biru.

Ketiga tersangka dijerat pasal 112 juncto 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia