Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Minati Pilwali, Ketua Perindo Surabaya Maju Lewat Jalur Independen

16 Juli 2019, 16: 59: 03 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Perindo Surabaya, Samuel Teguh Santoso (tengah)

Ketua Perindo Surabaya, Samuel Teguh Santoso (tengah) (NET)

Share this      

Surabaya – Setelah advokat Mochamad Sholeh menyatakan pencalonannya menjadi bakal calon walikota (bacawali) Surabaya lewat jalur independen, kini Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Surabaya, Samuel Teguh Santoso, juga siap mendeklarasikan dirinya. Ia akan maju sebagai bacawali untuk maju Pilkada Surabaya 2020.

Samuel gagal menjadi anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil 1 Surabaya. Begitu juga dengan Perindo Surabaya yang dipimpinnya tidak meraih kursi di DPRD Surabaya. Perolehan suara Perindo di urutan ke-11 atau di bawah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang meraih 1 kursi. “Di awal Agustus 2019 ini saya akan deklarasi cawali independen,” kata Samuel.

Menurut dia, rencana maju sebagai bacawali Surabaya independen ini berawal dari banyaknya dukungan dari konstituen. Ini terjadi saat dirinya kampanye sebagai caleg DPRD Jawa Timur dari Perindo pada pemilu legislatif 2019.

“Saat itu, banyak konstituen saya meminta supaya saya maju di Pilkada Surabaya jalur independen,” ujarnya, Senin (15/7). Samuel menjelaskan, rata-rata konstituen yang tersebar di 31 kecamatan di Surabaya meminta dirinya untuk memberanikan diri maju di Pilkada Surabaya jalur independen.

“Selama ini saya turun lagi ke bawah minta pendapat konstituen dan semua ketua DPC dan ketua ranting. Di kecamatan maupun kelurahan, mereka rata-rata mendukung,” katanya. Samuel juga siap dan akan berusaha mati-matian untuk mengumpulkan 135 ribu kartu tanda penduduk (KTP) sebagai salah satu syarat bisa maju lewat jalur independen.

Sebelumnya, advokat M. Sholeh telah lebih dahulu mendeklarasikan diri sebagai bacawali Surabaya jalur independen pada 4 Juli. Bahkan Sholeh menargetkan 135 ribu kartu tanda penduduk sebagai salah satu persyaratan pencalonan cawali independen di Pilkada Surabaya 2020 terpenuhi dalam waktu empat bulan.

Peluang calon Wali Kota Surabaya jalur independen tetap ada meskipun berat untuk bisa bersaing dengan calon lewat jalur partai. Tantangan Cawali Surabaya jalur independen tidak hanya mengumpulkan KTP, tanda tangan bermaterai sebagai syarat maju, melainkan juga kecakapan dari tim suksesnya.

Selain itu, cawali independen harus bisa membangun kepercayaan publik serta bisa menampilkan modal sosial sebagai bakal calon yang mempunyai kapasitas untuk memimpin Surabaya setelah era Tri Rismaharini yang memiliki prestasi tingkat internasional saat memimpin Surabaya selama 10 tahun terakhir. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia