Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pelabuhan Tutup selama Lebaran, Ekspor Juni Turun 16,55 Persen

16 Juli 2019, 15: 38: 23 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) mencatatkan kinerja ekspor Jatim pada bulan Juni mengalami penurunan sebesar 16,55 persen dibandingkan bulan Mei, yaitu dari USD 1,81 miliar menjadi USD 1,51 miliar. Penurunan nilai ekspor Juni 2019 tersebut disebabkan oleh kinerja ekspor sektor migas maupun nonmigas yang sama-sama mengalami penurunan. Turunnya ekspor ini diperkirakan karena tutupnya pelabuhan selama 10 hari dikarenakan libur Lebaran.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menuturkan, apabila dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas turun sebesar 17,40 persen, yaitu dari USD 1,72 miliar menjadi USD 1,42 miliar. Nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 94,04 persen dari total ekspor bulan ini.

Hal yang sama terjadi pada komoditas migas yang turun sebesar 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari USD 90,56 juta menjadi USD 90,16 juta pada bulan Juni. Komoditas migas menyumbang 5,96 persen total ekspor Jatim. "Keduanya sama-sama mengalami penurunan. Sehingga secara keseluruhan menurun," terangnya.

Jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang (HS) 2 digit, maka di bulan Juni 2019, golongan perhiasan dan permata (HS 71) menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jatim dengan nilai transaksi sebesar USD 346,80 juta. "Nilai tersebut naik sebesar 84,74 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai USD 187,72 juta," ujarnya.

Perhiasan dan permata berkontribusi sebesar 24,37 persen pada total ekspor nonmigas Jatim bulan ini. Sementara, golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Swiss dengan nilai USD 96,81 juta.

Peringkat kedua, lanjut Teguh, yang terbanyak diekspor Jatim adalah tembaga (HS 74) yang menyumbang nilai ekspor sebesar USD 111,04 juta. "Tapi nilai tersebut turun sebesar 10,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya," katanya.

Golongan barang ini menyumbang 7,80 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai USD 61,51 juta. Sedangkan golongan barang yang menduduki peringkat ketiga adalah golongan lemak dan minyak hewan dan nabati dan (HS 15) dengan nilai ekspor sebesar USD 89,37 juta atau turun sebesar 21,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 6,28 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Tiongkok sebesar USD 29,38 juta.

Sementara, menurut data BPS nasional, tiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada periode Januari–Juni tahun 2019 adalah Jawa Barat USD 14.500,3 juta (18,05 persen), Jatim USD 9.236,5 juta (11,50 persen), dan Kalimantan Timur USD 8.354,6 juta (10,40 persen). Ketiganya memberikan kontribusi hingga mencapai 39,95 persen dari seluruh ekspor nasional. Ekspor Indonesia menurut provinsi asal barang untuk periode Januari–Juni 2019 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia