Kamis, 22 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Dorong UKM Ber-SNI, Badan Standarisasi Nasional Jemput Bola

16 Juli 2019, 15: 04: 47 WIB | editor : Wijayanto

TINGKATKAN DAYA SAING: Pekerja menyelesaikan pembuatan kue kering di salah satu industri rumahan di kawasan Kebangsren, Surabaya.

TINGKATKAN DAYA SAING: Pekerja menyelesaikan pembuatan kue kering di salah satu industri rumahan di kawasan Kebangsren, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Standarisasi Nasional (BSN) terus agresif mendorong para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk menerapkan standar nasional Indonesia (SNI). Salah satunya dengan membuka kantor layanan teknis (KLT) BSN di Surabaya guna mempermudah masyarakat mendapatkan layanan standardisasi dan penilaian kesesuaian (SPK). Sehingga, diharapkan UKM di wilayah Jawa Timur (Jatim) yang mendapatkan sertifikasi SNI bisa meningkat.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Zakiyah menuturkan, pembetukan KLT di Surabaya merupakan tindak lanjut program BSN dalam meningkatkan SPK Jatim seiring dengan pencapaian hasil pembangungan yang memuaskan.

BPS mencatatkan, perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,5 persen. "Selama dua dekade, Surabaya dan kota satelit di sekitarnya menjadi menopang ekonomi nasional dari sektor perdagangan dan jasa," terangnya.

Di Jatim sendiri, pertumbuhan UKM dinilai semakin masif. Pemerintah Jatim sendiri memdorong agar pelaku UMKM bisa menerapkan SNI terhadap produknya guna menembus pasar internasional.

Menurutnya, pesatnya jumlah UKM juga harus didorong oleh produk yang distandarisasi, pembiayaan yang disubsidi bunga murah, dan pasarnya yang didorong pemerintah melalui kantor dagang. "Nah, kalau UKM sudah sangat berkembang pesat, ini berarti harus bisa jadi potensi ekonomi yang riil dan harus distandarisasi," ujarnya.

Zakiyah mencatatkan, hingga saat ini diketahui sudah lebih dari 1.233 merek produk dari industri yang berlokasi di Jatim telah memiliki sertifikat SNI. Meliputi produk elektrik dan elektronika, makanan dan minuman, konstruksi dan bangunan, kendaraan, dan otomotif dengan total sebanyak 486 perusahaan yang telah menerapkan SNI.

Oleh sebab itu, ketersediaan KLT sebagai pendukung penerapan SNI juga sangat tinggi di Surabaya. "Ada sekitar 144 LPK yang telah diakreditasi komite akreditasi nasional yang tersebar di seluruh wilayah Jatim. Dengan dukungan infrastruktur multi ini, kami yakin Jatim sangat siap memperkuat daya saing produk melalui kegiatan standarisasi dan penilaian kesesuaian. Apalagi Jatim meraih SNI award terbanyak. Dengan potensi tersebut, pembentukan KLT di Surabaya menjadi sangat penting," jelasnya.

Zakiyah menambahkan, sejak soft launching pada Oktober 2018, KLT Surabaya sudah melaksanakan beberapa kegiatan. KLT dan Pemprov Jatim telah bersinergi untuk mendukung produk ekspor bagi IKM. Oleh sebab itu, pihaknya juga berharap dengan adanya KLT di Surabaya dapat memfasilitasi kebutuhan produsen dalam meningkatkan kualitas produk agar mampu meningkatkan posisi di tingkat gobal.

"Mendekati UKM itu tidak bisa sekali, tetapi harus berkali-kali. Waktu satu tahun tidak cukup. Oleh sebab itu kami datang ke sini untuk menjemput bola agar pelayanan bisa lebih efisien," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia