Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pembebasan Lahan dan Penentuan Lokasi Bikin FR Molor

16 Juli 2019, 14: 50: 51 WIB | editor : Wijayanto

DINANTI: Lahan yang terimbas pembangunan frontage di Desa Sawotratap yang akan segera dibebaskan.

DINANTI: Lahan yang terimbas pembangunan frontage di Desa Sawotratap yang akan segera dibebaskan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Pembangunan Froantage Road (FR) hingga saat ini masih belum menemui titik terang. Untuk mempercepat realisasi itu, pemkab menggelar rapat bersama. Tujuannya untuk membahas kelanjutan rencana pembangunan FR yang sudah sejak lama digulirkan itu.

Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi kendala pembangunan FR tersebut. Di antaranya, pembebasan bidang tanah yang belum selesai hingga proses penetapan lokasi (Penlok) yang juga masih belum selesai sepenuhnya. Dari data teknis FR, setidaknya terdapat 9,1 km panjang jalan dengan lebar jalan mencapai 10 meter.

Saat ini, pekerjaan jalan yang sudah dilaksanakan mencapai 2341,25 meter. Sehingga masih tersisa 6858,75 meter yang belum dilaksanakan. Kasi Pembebasan Lahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo Ferry Saragih mengatakan, untuk mempercepat pekerjaan, maka harus dibedah satu persatu target yang ada. “Mana yang jadi prioritas itu harus dilakukan terlebih dahulu,” katanya.

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat ini. di antaranya harus mengunci bidang tanah yang diperkirakan masuk dalam proyek FR tersebut. Terutama tanah yang berpotensi dilakukan penyertifikatan atas nama aset negara. Sebab jika hal itu terjadi maka akan sangat sulit untuk dibebaskan.

Selain itu, juga perlu memastikan batas tanah FR yang saat ini masih menjadi milik PT KAI. Setelah kepastian tersebut selesai baru Right of Way (Row). Ferry mengatakan perlu melakukan koordinasi dengan data-data yang ada. Tujuannya untuk memastikan ulang bidang tanah yang nantinya bakal terkena proyek tersebut. “Setelah itu baru bisa berjalan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marg dan Sumber Daya Air (DPUBM SDA) Sunarti Setyaningsih mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kapan pembebasan lahan tersebut selesai. Sebab menurutnya, kini pihaknya masih akan turun ke lapangan lagi.

Namun begitu hal itu tak dilakukan sendiri, melainkan akan dilakukan bersama pihak BPN. Namun demikianm wanita yang kerap disapa Naning tersebut meminta, agar masyarakat dapat menunggu hal tersebut. Sebab kini pihaknya mash mengupayakan pembebasan lahan dapat selesai. “Ini kita lagi koordinasi, ditunggu saja,” paparnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia