Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

KAI Segera Eksekusi Empat Rumah untuk FR Wonokromo

16 Juli 2019, 14: 21: 40 WIB | editor : Wijayanto

BELUM DIBONGKAR: Sejumlah bangunan yang terimbas pembangunan FR di kawasan Wonokromo, Surabaya, Senin (15/7).

BELUM DIBONGKAR: Sejumlah bangunan yang terimbas pembangunan FR di kawasan Wonokromo, Surabaya, Senin (15/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pembebasan empat rumah untuk pembangunan Frontage Road (FR) Wonokromo belum tuntas. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah melayangkan surat peringatan ketiga agar pemilik warga segera mengosongkan bangunannya.

"Informasinya sih tanggal 20 Juli akan dieksekusi," kata Ketua RW V Wonokromo Amin Marindo. Amin menyayangkan tidak ada pertemuan lanjutan warga dengan PT KAI dan Pemkot Surabaya. “Kami belum mendapatkan solusi yang jelas," tambahnya.

Sementara itu, Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan Pemkot Surabaya. Menurut dia, tanah dan rumah yang bakal dibangun FR tersebut milik PT KAI. “Kami sudah jelaskan kalau ini untuk kepentingan umum, yakni frontage road,” katanya.

Pemkot Surabaya sudah menyiapkan rusunawa untuk warga. Sedangkan PT KAI hanya ganti bongkar. Tidak ada ganti rugi karena lahan itu milik negara. "Yang kami ganti hanya kalau ada tambahan bangunan permanen diberi ganti Rp 250 ribu per meter persegi. Sedangkan untuk semipermanen gantinya Rp 200 ribu," katanya.

Kapan dilakukan eksekusi? Suprapto enggan menjawab. "Sudah ya.. saya cuma menyampaikan ini saja (ganti bongkar),” tuturnya. Sedikitnya ada 26 persil yang terkena dampak pembangunan FR Wonokromo. Saat ini separo lahan sudah dibebaskan.

Pembebasan lahan ini juga digunakan untuk pembangunan Jembatan Joyoboyo. proyek Jembatan Joyoboyo rencana semula harus tuntas 2019. Namun, saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Jembatan Joyoboyo adalah penghubung Wonokromo dan Joyoboyo dan membelah Kali Brantas Joyoboyo. Pembangunan jembatan sepanjang 150 meter itu harus melalui prosedur perizinan dan rekomendasi lintas sektor. Termasuk dari otoritas Sungai Brantas. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia