Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Datangi Bupati, Investor Tawarkan Teknologi Baru

Olah Sampah Kota Delta Jadi Listrik dan Air

16 Juli 2019, 13: 02: 57 WIB | editor : Wijayanto

PANTAU TPA: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama tim LT saat memantau TPA di Jabon.

PANTAU TPA: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama tim LT saat memantau TPA di Jabon. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menerima kunjungan tim investor pengolahan sampah di ruang tengah Pendopo Delta Wibawa, Senin (15/7) pagi. Mereka datang untuk mempresentasikan pengelolaan sampah yang menggunakan sistem teknologi Plasma Gasifikasi Enchanced.

Teknikal Langenburg Technologies (LT) Hendri Suwarno mengatakan, teknik pengolahan sampah menggunakan Plasma Gasifikasi Enchanced tersebut sebagai inti proses. Melalui teknik tersebut pengelolaan sampah bahkan dapat mencapai 1.000 ton. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi pengolaan sampah.

Tak tanggung-tanggung, dalam pengolahan sampah tersebut, nanti tinggal ditambahkan air. Baik air laut maupun air sungai. Bahkan melalui teknik itu, pengelolaan sampah dapat lebih bermanfaat. Sebab dapat menghasilkan energi listrik, air suling hingga bahan bakar baru yang bersih serta aman.

Selain itu, teknik tersebut juga dapat menghasilkan garam murni. Namun jika dapat pengolahannya diimput dengan air laut. Di sisi lain, dalam pengolahannya nantinya hanya akan mengeluarkan oksigen. Sehingga udara yang dikeluarkan dipastikan tidak mencemari lingkungan. “Bahkan aman untuk lingkungan,” terangnya.

Sementara dalam hal investasi, pihak LT akan menanggung seluruh biaya yang berkaitan langsung dengan mesin pengelolaan sampah hingga menyala dengan normal. Sedangkan pemkab tinggal hanya menyiapkan lahan, perlengkapannya, dan regulasi tersebut. Termasuk juga menyiapkan bank garansi pembayaran tagihan yang timbul.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, hal tersebut dapat menjadi salah satu solusi pengolahan sampah di Sidoarjo. Sebab sampah di Sidoarjo memang terus meninggi. Terkait dengan lahan dan regulasi, pihaknya akan menyipakan keperluan pengolahan sampah tersebut. “Kita akan siapkan lahannya sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Abah Ipul menilai, penggunaan teknologi itu cukup positif. Sebab, selain waktu pembangunan dinilai relatif cukup singkat, sekitar 6 bulan, kebutuhan lahan juga tidak terlalu besar. Sekitar 1000 hingga 10,000 meter persegi untuk 10 hingga 100 megawatt (MW). Selain itu, ada tiga hal yang menjadi perhatiannya.

Yaitu dapat menghasilkan listrik dan menghasilkan air murni dengan kapasitas besar hingga tak mengeluarkan polusi dan polutan dalam bentuk apapun. Dalam pertemuan itu, Abah Ipul bahkan mengajak langsung tim investor dari LT tersebut untuk melihat kondisi TPA di Jabon. “Kalau lihat langsung nanti bisa di ketahui, berapa lahan yang dibutuhkan,” paparnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia