Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Kebut Revitalisasi GOR Delta, Terapkan Batasan Jam dan Tata Stan

16 Juli 2019, 01: 17: 57 WIB | editor : Wijayanto

BAKAL DITATA: Stan yang ada di GOR Delta Sidoarjo selama ini banyak disalahgunakan.

BAKAL DITATA: Stan yang ada di GOR Delta Sidoarjo selama ini banyak disalahgunakan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Revitalisasi GOR Delta dilakukan secara bertahap. Hal itu karena membenahi kawasan olahraga tersebut membutuhkan waktu yang lama. Sebab tidak hanya pembenahan fisik, penataan PKL dan stan juga dilakukan

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Djoko Supriyadi mengatakan, saat ini revitalisasi GOR Delta sudah berjalan sesuai rencana. Tahun lalu pemkab membangun pos keamanan dan pagar pembatas. Tahun ini dilanjutkan dengan pembangunan pagar pembatas.

Dia optimistis tahun ini pembangunan fisik bisa tuntas. Sedangkan tahun depan revitalisasi dilanjutkan dengan penataan PKL dan stan. Keduanya tidak mungkin dilakukan tahun ini. “Waktunya mepet, sedangkan urusan dengan PKL dan stan butuh waktu lama,” katanya.

Djoko menjelaskan, selain berurusan langsung dengan masyarakat, penataan PKL juga membutuhkan anggaran besar. Sebab jumlah pedagang di GOR Delta berkisar 200 PKL. "Butuh perencanaan yang matang," ujarnya.

Untuk penataan stan, Djoko mengakui stan banyak yang berubah fungsi. Menjadi salon, kafe, bahkan ada yang dijadikan kantor pengembang. "Kami tertibkan namun bertahap," paparnya. 

Kalangan legislatif pun mendorong pemkab untuk segera menyelesaikan revitalisasi kawasan olahraga tersebut. Anggota Komisi D Wijono menilai ada beberapa program revitalisasi GOR Delta yang belum berjalan. Yang pertama penataan PKL. Menurut Wijono, pemkab berjanji menata keberadaan PKL. Caranya dengan membangun sentra PKL. "Tahun ini tidak ada pembangunan sentra PKL," jelasnya.

Penataan stan juga menjadi perhatian. Keberadaan stan kerap memicu masalah sosial. Sebab, fungsinya berubah menjadi Rumah Hiburan Umum (RHU). Seperti kafe remang-remang. Kafe itu sering menyediakan serta menjual menuman keras (miras). "Harusnya ditindak. Tapi tahun ini tidak ada program penertiban stan," ucapnya.

Pengaturan jam pemakaian GOR Delta juga belum berjalan. Seharusnya, kata dia, pemkab membatasi pemakaian sarana olahraga itu. "Misal pagi hingga maksimal pukul 00.00," jelasnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia