Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kirim 30 Kg Ganja via Bus Pariwisita, Digagalkan di Surabaya

16 Juli 2019, 00: 57: 45 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi ganja

Ilustrasi ganja (NET)

Share this      

SURABAYA - Kota Surabaya masih menjadi target para bandar untuk mengedarkan narkoba. Jumat (12/7), Satresnarkoba Polrestabes Surabaya bersama tim Satresnarkoba Polerestabes Semarang menggagalkan pengiriman 30 kilogram ganja.

Modusnya, pengedar memasukkan ganja kering itu ke dalam bungkus rokok, lalu dikirim ke melalui jalur darat. Parahnya, proses pengirimannya dilakukan dengan menggunakan bus safari. Diduga bus itu sengaja disewa hanya untuk mengantarkan ganja itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Surabaya, Bus Safari Dharma Raya Nopol B 7722 IV tersebut sudah dikuntit sejak di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, oleh Tim Satresnarkoba Polrestabes Semarang. Lalu, bus tersebut menuju ke Surabaya. Tim Polretabes Semarang pun meminta bantuan Satresnarkoba Polerstabes Surabaya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian dibantu tim lantas menindaklanjuti informasi tersebut. Kemudian, pihaknya melakukan control delivery rute pengiriman ganja itu.

Informasi awal menyebutkan bahwa ganja tersebut dikirim dari seorang bandar berinisal Y yang tinggal di Jakarta. Kemudian barang tersebut ditujukan kepada seorang berinisial N yang tinggal di Gedangan, Surabaya. “Namun, setelah kami cek, rupanya alamat penerima N ternyata fiktif,” ungkap Kompol Memo Ardian.

Setelah informasi terkait penerima palsu,  polisi mengintai bus itu hingga datang. Sebab, rencananya bus pariwisata itu akan berhenti ke kantor cabangnya yang ada di Surabaya yang berada di Jalan Arjuno.  Lalu, setelah ditunggu sejak Jumat dini hari, pukul 12.30, polisi mendapati bus tersebut datang.

“Namun, saat itu barang tak diturunkan. Melainkan masih diletakkan di bus,” ujarnya.

Polisi tak gegabah. Mereka tetap  mengintai siapa orang yang akan mengambil 30 kg ganja tersebut. Sekitar pukul 15.00, datang dua orang yang mengambil narkoba itu. Keduanya Kukuk Endit Prasetyo dan Abdul Basir, warga Surabaya Utara. Ketika hendak membawa paketan itu, keduanya disergap oleh tim gabungan.

Selain keduanya, sopir bus Muhammad Hardoni, 50, warga Kuwaluhan RT 03 RW 02 Madusari, Secang, Magelang, juga diamankan. “Dari TKP, kami amankan 30 paket ganja. Setiap paketnya seberat satu kilogram,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Balerang itu.

 Agar tak curiga, bungkus rokok berisi ganja itu dilakban warna cokelat dan dimasukkan karung. Lalu diberi keterangan bahwa barang yang ada di karung tersebut merupakan tembakau kering. Dilihat dari modusnya, memang jaringan ini sudah tertata dengan rapi.

Menurut Memo, ganja itu akan dibawa ke daerah Tapal Kuda, lalu disebarkan ke sejumlah pengedar di Surabaya maupun luar kota. Hanya saja, terkait sepak terjang jaringan ini, perwira dengan satu melati di pundak itu enggan menjelaskan lebih rinci. Sebab, proses tindak lanjut pengungkapan itu dilakukan oleh tim Satresnarkoba Polrestabes Semarang.

“Kami hanya membantu saja. Awal mula penyelidikan dilakukan teman-teman dari Semarang. Setelah diamankan di Polrestabes Surabaya, Sabtu (13/7), kedua tersangka, sopir, dan barang bukti dibawa ke Semarang,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap jaringan itu. Sebab, diduga itu bukan pengiriman yang pertama kalinya. Jaringan itu sudah lama masuk ke Surabaya. “Kami masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap bandarnya. Sebab, kedua orang yang diamankan tersebut diduga hanyalah perantara saja,” pungkas Memo. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia