Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Khofifah Berharap Peraturan Terkait Impor Sampah Direvisi

16 Juli 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (quote)

Share this      

SUROBOYO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2016 direvisi. Menurutnya impor sampah kertas atau waste paper sebagai bahan baku kertas dalam Permendag tersebut diperbolehkan

“Sebagaimana juga diatur dalam The Basel Convention on the Control of Transboundary Movements of Hazardous Wastes and Their Disposal atau yang dikenal dengan Konvensi Basel, sampah impor berupa kertas bekas untuk bahan baku pabrik kertas baru juga diperbolehkan,” ujar Khofifah, Senin (15/7).

Menurut mantan Menteri Sosial ini, impor sampah untuk bahan baku kertas itu dibolehkan karena industri kertas di Jatim ini menyuplai 40 persen produksi kertas nasional. Selain itu waste paper dianggap ramah lingkungan untuk digunakan bahan baku kertas. “Yang menjadi masalah adalah adalah sampah ikutannya yang terdapat dalam rombongan sampah kertas yang diimpor dari negara lain. Tak jarang sekitar 5 sampai 10 persen dari gelondongan paket waste paper yang masuk ke Indonesia adalah sampah ikutan, non kertas. Mulai plastik, botol, kaca, bahkan ada yang mengandung hazardous wastes atau B3 (bahan berbahaya dan beracun, Red),” jelasnya.

Padahal, lanjut Khofifah seharusnya sampah berbahaya tersebut tidak boleh ikut dalam materi bahan yang ikut diimpor ke dalam negeri. Ia mengaku sudah menggelar rapat dengan Menko Maritim dan Menteri Perindustrian terkait hal ini. “Dalam Permendag tersebut, ada lampirannya. Dan di dalam lampiran itulah yang membuat aturan ini masih elastis, ada kata dan lain-lain yang membuat aturan ini masih longgar untuk itu,” katanya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini meminta agar aturan tersebut segera direvisi dan dibuat tegas. Ia meminta daftar penggolongan barang diperjelas. Sehingga bisa jadi referensi bagi petugas kepabeanan agar bisa mengetahui isi kontainer impor, termasuk ada tidaknya ikutan lain yang non kertas. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia