Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Istri Sah Rasa Ban Serep, Suami Masih Doyan Gandengi Cewek Lain

16 Juli 2019, 04: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Mantab menikah muda, tidak menjamin komitmen kepada pasangan tinggi. Donwori, 23, ini misalnya. Gayanya aja nikah muda. Njekethek, masih demen juga gandengin cewek-cewek lain. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kalau sudah begini, ya yang kasian Karin, 22, sebagai istri. Baru juga tiga tahun menikah, ia sudah menyandang status janda. Di usia yang masih sangat muda lagi. 

Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pertengahan pekan lalu, Karin berkeluh kesah. Tentang prahara rumah tangga yang ia hadapi selama ini. Tentang komitmen Donwori yang rupanya palsu. Gayanya saja cepat-cepat menghalalkan Karin. Padahal masih suka nggebet perempuan sana-sini. 

"Aku yakin mau dinikahi soalnya dia yang paling berani ke rumah  ngajak nikah. Aku ya mikir, wah berarti anak ini serius suka sama aku," curhatnya. 

Namun agaknya Karin terlalu positive thinking. Karena suaminya ternyata mblegadhus. Berani menghalalkan sih berani, tapi tanggung jawabnya yang kurang. Statusnya sudah bapak, kelakuannya saja seperti perjaka galau yang setiap hari punya janjian kencan. Tentu dengan perempuan berbeda.

Donwori memang punya tampang lumayan. Hal itu juga yang awalnya membuat Karin langsung manteb dinikahi. Ya siapa juga kan yang tidak pengen punya pasangan ganteng. Namun resikonya, Donwori ditaksir banyak perempuan. 

Salah satu perempuan yang membuat Karin cemburu adalah sahabat Donwori sendiri. Sebut saja namanya Sephia. Kata Karin, intensitas komunikasi Donwori dan Sephia jauh lebih banyak ketimbang dengannya. Setiap hari, keduanya saling berkirim kabar. 

Kondisi ini diperparah karena Sephia dan Donwori merupakan rekan kerja. Yang setiap hari ketemu, setelah kerja pun nongkrong bareng. Saking terikatnya, di jalan pun Donwori selalu mengajak Sephia untuk jadi teman bicara, melalui telepon. "Diam-diam kan tak pantau WA-nya. Eh…di jalan aja maksa tetap mau teleponan," jelas Karin dengan mimik kecewa. 

Hingga Karin memutuskan untuk mengajukan gugatan ini, penyebabnya adalah Sephia. Yang bisa-bisanya merebut hari libur suaminya dengan jalan bersama ke luar kota. Demi mengetahui suaminya sudah melewati batas, Karin pun melabrak Sephia. Yang dijawab santai dengan kalimat pembelaan. "Maaf, Mbak, Mas Wori yang ngajak. Lagian kita sahabatan, kok. Gak mungkin aneh-aneh," begitu pembelaan Sephia. 

Namun sebagai perempuan tentu saja Karin was-was. Rasanya tak mungkin seorang laki-laki dan perempuan jalan bareng, ke luar kota lagi, kalau tidak memiliki rasa. Sampai di sini, kesabaran Karin habis. 

Ia ungkapkan keinginannya cerai kepada Donwori. Dan bedebahnya lagi, Donwori masih berkilah. Bahkan meminta Karin untuk mempertimbangkan lagi keputusannya. Karena katanya, ia sudah kadung nyaman dengan Karin. "Salah! Sudah kadung nyaman sama sahabatnya iku. Aku gak tau posisiku sebagai apa," lanjutnya kian marah. 

Hingga perceraian diurus pun, sebenarnya Donwori belum mau pisah. Tapi, Karin juga tak kalah ngengkel. Ia sudah gemas. Lha jika biasanya selingkuhan jadi serepan, ini kebalik je. Istri sahnya yang rasa serepan. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia