Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Permudah Pelayanan di RS, Pemkot Uji Coba Aplikasi Kesehatan

15 Juli 2019, 23: 38: 20 WIB | editor : Wijayanto

AKHIR JULI SIAP: Pemkot Surabaya tengah mengembangkan aplikasi kesehatan yang berisi data kependudukan dan masih tahap uji coba di RSUD dr Soewandhie.

AKHIR JULI SIAP: Pemkot Surabaya tengah mengembangkan aplikasi kesehatan yang berisi data kependudukan dan masih tahap uji coba di RSUD dr Soewandhie. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kini pasien tidak mampu yang akan melakukan pengobatan di rumah sakit (RS) tidak perlu lagi mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) di kecamatan atau kelurahan. Pemkot Surabaya saat ini sudah memiliki aplikasi kesehatan yang berisi data kependudukan se-Surabaya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, aplikasi itu saat ini dilakukan uji coba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandhie. “Sudah ini di RSUD dr Soewandhie sedang di uji coba,” kata Eri.

Aplikasi kesehatan ini untuk meningkatkan pelayanan dan mempermudah masyarakat yang berobat di rumah sakit. Eri menjelaskan, aplikasi tersebut berguna untuk mempercepat proses pendataan pasien yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 

Yang mana saat pasien pengguna kartu BPJS akan berobat, pihak keluarga harus menunjukkan SKTM dari kecamatan. Sehingga jika sewaktu-waktu ada pasien yang mengalami sakit mendadak, tidak perlu lagi datang ke kantor kecamatan.

“Misal kalau ada pasien sakit mendadak, bisa langsung daftar ke administrasi, di tempat administrasi kalau ditanya pakai apa?. Oh, ternyata pakai BPJS, langsung nanti dibuatkan surat itu (SKTM) dari aplikasinya,” papar Eri.

Dengan aplikasi tersebut, data dari kelurahan atau kecamatan bisa langsung di proses melalui aplikasi. Sehingga pasien bisa segera ditangani saat terjadi urgensi. Selama ini, saat pasien datang ke rumah sakit, diminta untuk menunjukkan secara fisik surat SKTM dari kantor kelurahan dan kecamatan. 

“Nanti bisa langsung terkoneksi juga ke gawainya Pak Lurah untuk mengetahui data pasien yang sakit termasuk warga miskin atau tidaknya. Kalau terbukti miskin, bisa diklik langsung dan segera bisa dilayani. Datanya kan sudah terkoneksikan juga dengan data yang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil),” urainya.

Aplikasi ini masih dilakukan uji coba selama dua minggu ke depan, kemungkinan pada akhir Juli segera bisa diberlakukan secara masal. Tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Pahlawan. 

Aplikasi tersebut juga bisa mendeteksi jumlah pasien di setiap rumah sakit dan pusekesmas. Ia menambahkan, itu nanti akan dikoordinasikan dengan BPJS Kesehatan Surabaya agar pelayanan kesehatan semakin baik ke depennya.

“Ini kita koordinasi juga ke BPJS, karena di BPJS sendiri juga sering terjadi antrean. Insyaallah Juli ini bisa di gunakan, kalau kendala ya ada kadang ada bug dan mengalami trouble. Udah biasa,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia