Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sambut Kurban, Sapi Dipijat untuk Hasilkan Daging yang Baik

15 Juli 2019, 23: 01: 58 WIB | editor : Wijayanto

GEMUK: Suyatno saat memijat Rambo, sapi ternaknya yang berjenis simental, di area kandang miliknya.

GEMUK: Suyatno saat memijat Rambo, sapi ternaknya yang berjenis simental, di area kandang miliknya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pijat tidak hanya dirasakan oleh manusia saja, namun hewan seperti sapi juga membutuhkan perawatan secara rutin dengan melakukan terapi pijat. Menurut peternak sapi, Suyatno, bahwa pemijatan tersebut rutin dilakukannya setiap hari saat memandikan sapi tersebut.

“Biasanya saat memandikan sapi pagi dan sore setiap hari,   sekalian saya pijatin juga sapinya, dan itu rutin setiap hari,”katanya saat ditemui Radar Surabaya di area peternakan sapi di daerah Pakal, Surabaya.

Suyatno yang sudah melakoni pemijatan sapi tersebut saat dirinya mulai memelihara sapi tahun 1997 atau 22 tahun silam hingga saat ini. Pijat sapi tersebut akan berdampak pada perkembangan sapi. “Selain untuk menjinakkan atau mengendalikan sapi, supaya perkembangannya cepat,”imbuhnya.

Pijat yang dilakukan Suyatno terhadap sapi ternaknya berdampak pada kondisi sapi, dirinya mengaku biasanya memijat seluruh bagian badan sapi. “ya kalau pas saya mandikan, saya pijetin kepalanya, punggungnya, dan kakinya, pokoknya semua badannya saya pijetin, karena itu juga berpengaruh pada kondisi daging dari sapi tersebut.

Sapi-sapi yang diternak oleh Suyatno saat ini berjumlah delapan sapi yang merupakan jenis sapi limousin dan simental. Dari pantauan Radar Surabaya saat di area kandang milik Suyatno, saat itu dirinya sedang memijat kepala dari sapi berjenis simental, sapi dengan bobot tujuh  kuintal tersebut tampak nurut kepada Suyatno.

Selain dipijat setiap harinya, sapi-sapi tersebut juga diminumi jamu meniran agar kesehatannnya prima. “Ya saya beri jamu meniran, yang bahannya dari temu ireng, jahe, temulawak, telur, anggor kolesom. Setiap sapi biasanya minum jamu takarannya itu sekitar 5 botol besar untuk satu sapi, saya rutin memberi jamu dua  bulan sekali, selain itu juga sapi-sapi tersebut mendapatkan perawatan medis dari dokter hewan,”ungkapnya.

Saat menjelang hari raya kurban, sapi-sapi ternakan Suyatno sudah banyak yang dipesan. “Dari delapan sapi ini, sudah enam sapi yang sudah dipesan,”imbuhnya. (rmt/rak)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia