Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Janji Dipinjami Uang, Diajak Sarapan, Motor, BPKB dan HP Dibawa Kabur

15 Juli 2019, 22: 32: 16 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

SURABAYA - Hati-hatilah terhadap orang yang baru dikenal. Apalagi langsung menawari pinjaman uang dengan iming-iming bunga rendah. Yitno, 39, warga Dusun Miru, RT 08 RW 04, Banyuurip, Kedamean Gresik, kehilangan motor Honda Vario nopol W 6856 AJ, lengkap dengan STNK dan BPKB-nya. 

Motor korban amblas setelah ditipu dan digelapkan pelaku di Jalan Babatan Gang V-A, Wiyung, Jumat (12/7). Istri korban, Muntia, mengatakan bahwa kasus penipuan dan penggelapan itu bermula saat suaminya ditawari pinjaman uang oleh pelaku. Jaminannya sebuah BPKB motor. Pelaku mengaku bernama Abah Yadi. 

Pelaku menjanjikan bunga Rp 50 ribu per bulan setiap pinjaman Rp 1 juta. Kebetulan saat itu korban butuh uang sekitar Rp 10 juta untuk modal usaha. Tertarik bujuk rayu pelaku dan bunga yang rendah, akhirnya korban dan pelaku bertemu. "Suami saya awalnya kenal pelaku saat cari pasir di Legundi, Krian," ucapnya. 

Nah, Jumat pagi (12/7), Abah Yadi menghampiri korban di warungnya kawasan Legundi, Krian. Setelah itu, korban dan pelaku berangkat bersama menuju kawasan Wiyung untuk menuju kantor tempat pinjaman.

Sesampainya di Jalan Babatan Gang V-A, pelaku mengajak korban berhenti untuk sarapan di warung Soto Ayam Lamongan. Belum selesai makan, pelaku pura-pura pinjam ponsel merek Samsung milik korban. Alasannya hendak digunakan untuk mengambil gambar nomor rangka motor. "Suami saya tetap lanjut makan, tapi selesai makan, pelaku tak kunjung kembali," jelasnya. 

Saat itu, suami Muntia sempat menghubungi nomor ponselnya yang dibawa pelaku. Pelaku sempat menjawab masih Jumatan. Namun, tak lama berselang nomor ponsel sudah tidak aktif. Selesai Jumatan, pelaku justru tak kembali. Akhirnya, korban pulang terlebih dahulu naik ojek. "Saat itu baru sadar, suami saya ditipu. HP, motor, STNK, dan BKPB yang ada di jok hilang semua," ceritanya. 

Setelah itu, korban lalu melaporkan kasus penipuan dan penggelapan itu ke Mapolsek Wiyung. Korban juga membawa tas pelaku yang berisi uang mainan dan surat-surat kredit yang sebelumnya dititipkan di istri korban. "Sudah (laporan, Red). Tas pelaku yang berisi uang mainan dan surat-surat juga kami serahkan ke polisi," sebutnya. 

Kanit Reskrim Polsek Wiyung Ipda Wahyu Ngabekti saat dihubungi Radar Surabaya untuk meminta konfirmasi kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut belum memberikan komentar. (rus/rud) 

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia