Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gagal Isap Sabu, Warga Tandes Keburu Dibui

15 Juli 2019, 22: 18: 03 WIB | editor : Wijayanto

BUDAK SABU: Tersangka Fathur Rahman menunjukkan barang bukti SS yang baru saja dibeli.

BUDAK SABU: Tersangka Fathur Rahman menunjukkan barang bukti SS yang baru saja dibeli. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Fathur Rahman, 40, terdiam pasrah saat memakai baju tahanan Polsek Tandes. Pria yang tinggal di Jalan Balongsari Tama Selatan Blok 9-D, RT 06 RW 03, Balongsari, itu ditangkap dan dijebloskan ke tahanan lantaran tersandung kasus narkoba.

Fathur ditangkap setelah membeli sabu-sabu (SS) di Erwin Ayu Asiawati, seorang pengedar yang ditangkap terlebih dahulu. Sialnya, saat itu SS belum sempat dicicipi. "Penangkapan tersangka Fathur, hasil dari pengembangan tersangka Ayu," kata Kanit Reskrim Polsek Tandes Ipda Gogot Purwanto.

Gogot mengatakan, tersangka ditangkap di rumahnya Rabu (10/7) lalu. Saat ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan. Namun, dia sempat berkilah dan hendak berupaya menghilangkan barang bukti.

Tapi, upaya itu sirna. Polisi bergerak lebih cepat. Dari hasil penggeledahan di kamarnya, ditemukan beberapa barang bukti terkait penyalahgunaan SS. "Di kamar tersangka ditemukan satu poket bungkus plastik klip kecil yg diduga sabu 0,34 gram," jelasnya.

Tak hanya SS, polisi juga menemukan satu sedotan plastik warna putih dan satu buah korek gas. Diduga, barang tersebut digunakan sebagai alat untuk mengisap SS.

Setelah dinyatakan cukup bukti, tersangka lalu digelandang ke Poliklinik Polrestabes Surabaya untuk dites urine. Hasilnya positif memakai narkoba.

Tersangka mengakui membeli SS tersebut di Ayu. Tapi tersangka memberikan keterangan bahwa uang yang digunakan bukan uangnya sendiri. "Uangnya itu dari RK (buron, Red). Nah, ini masih kami kembangkan," sambung Gogot.

Sementara itu, tersangka Fathurrahman membenarkan mendapatkan uang Rp 600 ribu dari R. "Saya yang membeli langsung ke Ayu," ucapnya lirih di hadapan penyidik.

Tersangka mengaku hanya sebagai pemakai. Bukan pengedar. Awalnya hanya ikut-ikutan karena diajak temannya. Yang jelas, tersangka Fathur diancam hukuman penjara hingga lima tahun lamanya. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia