Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Kenalkan Bus Antikorupsi di Arena CFD

15 Juli 2019, 17: 01: 24 WIB | editor : Wijayanto

INTEGRITAS: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang melakukan sosialisasi antikorupsi di arena CFD Taman Bungkul.

INTEGRITAS: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang melakukan sosialisasi antikorupsi di arena CFD Taman Bungkul. (HUMAS PEMKOT FOR RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyapa warga yang memadati gelaran Car Free Day (CFD) di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (14/7) pagi. Kegiatan ini merupakan hari terakhir Roadshow Bus KPK 2019 bertajuk Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Surabaya.

Wali Kota Risma mengajak para orang tua agar mengajarkan anak-anaknya untuk disiplin, kerja keras, jujur, dan punya integritas. Dia ingin sejak dini anak-anak Surabaya sudah mulai ditanamkan nilai-nilai kejujuran. Sebab, anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan masa depan bangsa.

“Ayo, mari kita bersama ajarkan anak-anak kita! Saya yakin suatu saat anak-anak Surabaya bukan hanya jadi pemimpin Indonesia, tapi juga tersebar di seluruh dunia,” kata Risma.

Masyarakat juga diberi kesempatan untuk melihat secara langsung isi bus antikorupsi yang dilengkapi beberapa unit komputer yang terkoneksi internet dan situs KPK dengan beragam fitur di dalamnya. Melalui bus itu, masyarakat bisa belajar banyak hal tentang upaya-upaya pencegahan korupsi.

Wali kota perempuan pertama di SUrabaya ini menegaskan, jika anak-anak Surabaya sejak dini diajari untuk berlaku jujur, maka Indonesia, khususnya Surabaya, ke depan akan semakin maju. Sebab, integritas dan kejujuran merupakan awal dalam meraih sebuah kesuksesan. Namun, masyarakat juga harus turut andil dalam mendukung pemerintah.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai bahwa Kota Surabaya memiliki pemimpin yang berintegritas tinggi. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme warga yang sangat mendukung pemerintah.

Karena itu, Saut berharap kota/kabupaten lain bisa mencontoh tata kelola pemerintahan yang ada di Surabaya. “Integritas itu jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, dan berani. Nilai-nilai itu ada di Surabaya,” kata Saut.

Dia mengapresiasi Risma sebagai wali kota berintegritas tinggi yang dicintai rakyatnya. Sehingga lebih mudah bagi KPK dalam menyosialisasikan berbagai program pencegahan korupsi kepada masyarakat. Karena itu, selama ini KPK merekomendasikan beberapa wilayah untuk belajar ke Surabaya.

“Kami melihat secara fisik kota ini (Surabaya) ditata dengan baik. Begitulah kalau pemimpin mencintai rakyatnya dan rakyatnya mencintai pemimpinnya,” tutur Saut.

Ada beberapa indikator yang bisa dijadikan rujukan pembelajaran bagi kota/kabupaten lain dari Pemkot Surabaya. Misalnya, sistem pengelolaan aparat pengawas internal pemerintah, perizinan, kebersihan, pelayanan masyarakat, dan pendidikan. “Beliau itu (Risma, Red) sangat detail. Hal yang kecil-kecil beliau perhatikan. Itu yang harus ditiru,” tutupnya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia