Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Diduga Ada Penyusup, Konsolidasi PAC PDIP Sempat Ricuh

15 Juli 2019, 16: 57: 20 WIB | editor : Wijayanto

TEGANG: Konsolidasi PAC yang dihadiri puluhan kader PDIP sempat berlangsung ricuh.

TEGANG: Konsolidasi PAC yang dihadiri puluhan kader PDIP sempat berlangsung ricuh. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Surabaya sempat diwarnai kericuhan. Hal itu berlangsung di Kantor DPD PDIP Jawa Timur di Jalan Kendangsari.

Kericuhan diduga lantaran ada seseorang yang diduga penyusup masuk dalam kegiatan tertutup tersebut. Dari pantauan Radar Surabaya, dalam ruangan terdengar orang-orang berteriak, sementara sejumlah Satgas Cakra Buana menggiring seorang laki-laki itu keluar dari kantor DPD PDIP Jatim.

Kemudian Ketua PAC Simokerto, Tri Widayanto, turut keluar dengan kondisi emosi. Ia mengejar pria itu lalu sempat menyerangnya dengan pukulan, hingga dipisah oleh sejumlah anggota Satgas.

Sedangkan sejumlah pengurus PAC yang keluar dari kantor DPD PDIP Jatim enggan berkomentar. Rata-rata mereka hanya menyampaikan hasilnya beres dan no komen. Sementara itu tampak juga kader yang tidak diketahui namanya menyampaikan kepada anggota PDIP yang hadir untuk tidak banyak komentar.

"Jaga Surabaya yang kondusif dibawah pimpinan Pak Wisnu, ini pesan dari ibu Megawati Soekarno Putri. Jangan lakukan sesuatu yang kontraproduktif," teriak salah satu kader yang disambut siap oleh kader lainnya.

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi mengatakan kegiatan konsolidasi itu digelar tertutup mulai pukul 14.00 WIB. Agenda konsolidasi ini adalah untuk menyosialisasikan kembali Peraturan PDI Perjuangan Nomor 28 tahun 2019. "Sosialisasi kembali tersebut tentang konsolidasi PDIP melalui pembentukan DPC dan DPD dalam rangka kongres V PDIP," katanya usai melakukan rapat konsolidasi dengan PAC se Surabaya.

Disebutkan, konsolidasi tidak hanya Surabaya saja, tapi juga Bojonegoro dan Banyuwangi. Sosialisasi ini tujuannya agar para anggota dan pengurus lebih memahami. “Kami akan laporkan ke DPP bahwa kami sudah melakukan sosialisasi. Nantinya akan ada konfercab lanjutan yang dijadwalkan DPP. Yang pasti sebelum 27 Juli. Karena tanggal tersebut Konferda," imbuhnya.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim ini mengatakan Konfercab lanjutan ini bukan berarti diulang. Meski demikian Kusnadi mengaku tidak bisa menjawab saat ditanya apakah rekomendasi dalam konfercab kemarin dibatalkan. "Kemarin kan tahapannya sudah sampai demisioner. Kalau dibatalkan atau tidak saya tidak tahu, karena semuanya kewenangan DPP," jelasnya.

Menurutnya dari tiga DPC yang dipanggil hanya Surabaya dan Bojonegoro yang demisioner. Sedangkan yang Banyuwangi, rekomendasi DPP belum turun. "Karena belum ada rekomendasi akhirnya mereka tidak diikutkan dalam konfercab," tuturnya. Dalam Konfercab lanjutan tersebut isinya membuat program dan pengesahan agenda. Selain itu juga pengesahan kepengurusan DPC. "Saya tidak tahu apakah formasi kepengurusan itu berubah atau tidak. Tergantung DPP," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pasca pembacaan rancangan penetapan Konfercab DPD PDIP khususnya pergantian pengurus DPC PDIP Surabaya memicu gaduh diinternal partai Hal ini terkait keputusan DPP menunjuk Adi Sutarwijono menggantikan kepemimpinan Whisnu Sakti Buana. Hal itu tak lepas dari aspirasi pengurus PAC menghendaki Whisnu Sakti Buana yang kini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya kembali memimpin DPC PDIP Surabaya. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia