Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Hari Pertama Sekolah, Dispendik Minta Ciptakan LOS yang Nyaman

15 Juli 2019, 16: 54: 31 WIB | editor : Wijayanto

SELALU DICARI: Sejumlah orang tua melihat baju seragam sekolah dan alat tulis yang dijual di Pasar Blauran, Surabaya, Minggu (14/7).

SELALU DICARI: Sejumlah orang tua melihat baju seragam sekolah dan alat tulis yang dijual di Pasar Blauran, Surabaya, Minggu (14/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Libur panjang sekolah pun usai. Hari ini (15/7) merupakan hari pertama masuk sekolah. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya berharap para kepala sekolah dan guru-guru menciptakan suasana Layanan Orientasi Sekolah (LOS) yang nyaman dan menyenangkan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari pertama masuk sekolah diisi dengan kegiatan LOS. LOS ini menggantikan Masa Orientasi Sekolah (MOS). Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengatakan, LOS tidak hanya ditujukan kepada para siswa baru saja, tapi juga orang tua atau wali murid.

Menurut ikhsan, orang tua dan lingkungan belajar punya peranan penting dalam mendukung prestasi belajar anak. Karena itu, perlu ada kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendidik para siswa. "Kita ingin siswa nyaman di sekolah agar mereka bisa berprestasi," ujarnya.

Ikhsan berharap para peserta didik baru nanti disambut dengan baik oleh para kakak kelas, guru, hingga kepala sekolah dengan suasana yang menyenangkan. Sehingga siswa baru bisa bersahabat antara satu dengan yang lain. "Surabaya merupakan pelopor sistem LOS yang membawa pada kebaikan bangsa," katanya.

Sementara itu, Komisi D DPRD Kota Surabaya mengimbau para orang tua untuk mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah. Anggota Komisi D Khusnul Khotimah mengatakan, gerakan orang tua mengantarkan anak ke sekolah sebagai awal komunikasi antara wali murid dan guru mengenai program sekolah dan karakter masing-masing siswa. “Bila perlu wali murid mengantarkan anaknya hingga ke dalam sekolah,” kata Khusnul.

Selain mengenalkan anak kepada guru, wali murid juga bisa mengetahui fasilitas apa saja yang ada di sekolah anaknya. Untuk anak yang baru menapaki tahap sekolah dasar (SD) perlu proses adaptasi khusus. Sedangkan untuk siswa baru SMP dan SMA,

mulai Senin (15/7) ini ada kegiatan LOS selama tiga hari. Mulai pukul 07.00 sampai 13.00. Selama LOS siswa akan dikenalkan dengan guru, lingkungan, fasilitas sekolah, tata tertib, kegiatan ekstrakulikuler, dan sebagainya.

Khusnul mengatakan, orang tua tidak perlu izin kerja selama satu hari penuh. Sebab, pendampingan anak di awal masuk sekolah tidak membutuhkan waktu lama. “Mungkin orang tua bisa izin ke kantornya untuk mengantarkan anak,” sarannya.

Selain itu, anggota Komisi D DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan agar wali murid dan guru untuk saling bersinergi. Sinergi tersebut berguna bagi proses belajar mengajar dan tumbuh kembang anak kedepannya.

“Jadi, pertisipasi publik itu penting. Tidak hanya kewajiban pemerintah dan sekolah untuk mendidik anak. Sebab, anak adalah generasi penerus bangsa yang harus terus diawasi dan dijaga,” tegasnya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia